Selasa, 21 April 2026

Infrastruktur dan Kekerasan Seksual Jadi Sorotan Utama Pemkot Serang

- Senin, 28 Juli 2025

| 14:46 WIB

Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah menyoroti dua isu krusial yang menjadi aspirasi utama masyarakat: infrastruktur dan kasus kekerasan seksual.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan bahwa pembangunan jalan, drainase, dan fasilitas pendidikan masih mendominasi permintaan warga, sementara kasus pelecehan seksual kini juga menjadi perhatian serius.

Agis mengungkapkan, saat berinteraksi langsung dengan warga, aspirasi terbesar tetap tertuju pada infrastruktur. “Saya lihat aspirasi paling besar dari warga itu tetap infrastruktur, baik jalan, drainase, maupun sekolah,” ujar Agis kepada awak media, Senin 28 Juli 2025.

“belakangan, kasus pelecehan seksual juga mulai disampaikan masyarakat,” sambungnya.

Agis menekankan komitmen Pemkot Serang yang sangat tegas dalam menangani kasus kekerasan seksual. Ia mencontohkan bagaimana kasus-kasus yang melibatkan tenaga pendidik atau oknum lain di sejumlah sekolah langsung berujung pada pemecatan.

“Pak Wali sudah tegaskan, kalau ada kekerasan seksual langsung diproses. Terbaru kan ada di SD, walau pelakunya bukan guru, tetap diproses,” ungkapnya.

Menurut Agis, keterbukaan informasi adalah kunci untuk mencegah kasus serupa terulang. Kota Serang tidak akan menutupi persoalan ini. “Kita buka semuanya agar bisa jadi evaluasi. Kasus SMP 4, SMP 9, itu jadi bentuk komitmen kita. Ini juga jadi warning untuk sekolah-sekolah lainnya agar tidak main-main dengan isu ini,” tegasnya.

Untuk memperkuat perlindungan anak dan perempuan, Pemkot Serang sedang menginisiasi pembentukan Koalisi Satgas Perlindungan Anak. Agis menyebutkan koordinasi intensif sedang dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta DPRD Kota Serang. Tujuannya adalah mempercepat penerbitan peraturan daerah (Perda) yang akan menjadi payung hukum sistem perlindungan tersebut.

“Momentum ini penting. Kami sedang komunikasi dengan DPRD untuk segera selesaikan Perda soal perlindungan anak dan perempuan,” pungkas Agis. Ia berharap, upaya ini dapat menjadikan Kota Serang sebagai kota yang aman dan ramah anak.***