Selasa, 20 Oktober 2026

Karya Kreatif Indonesia 2026: “Beudaya Meusare-Sare” Dorong UMKM Bangkit dan Berdaya Saing

- Jumat, 21 Agustus 2026

| 14:14 WIB

​JAKARTA, BANTENPRO.CO.ID — Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

​Digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta, KKI tahun ini mengusung semangat “Beudaya Meusare-Sare” dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-sama. Gelaran ini juga menjadi wujud kepedulian untuk mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

​Acara resmi dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming. Turut hadir dalam momen tersebut sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

​Mengusung tema utama “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 diselenggarakan berkat kolaborasi erat dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis.

​Dalam sambutannya, Destry Damayanti menegaskan bahwa penguatan UMKM ke depan berpijak pada tiga kata kunci utama:

​Bangkit: Semangat pemulihan UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam.

​Tangguh: Diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan.

​Berdaya Saing: Dicapai lewat inovasi produk serta perluasan akses pasar domestik hingga ekspor.

​UMKM tetap menjadi pilar utama ekonomi bangsa dengan kontribusi besar: melibatkan 64 juta pelaku usaha, menyerap 97% tenaga kerja, dan menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB nasional.

​Memasuki penyelenggaraan yang ke-11 kalinya, KKI 2026 menghadirkan lima aspek kebaruan:
••Program berdampak nyata melalui Cangkir Barista dan Citra Nusa.
​••Perluasan kolaborasi lintas sektor.
​••Penguatan ekosistem rantai nilai (value chain).
​••Inovasi generasi muda untuk produk lokal.

​Penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emission dan zero waste to landfill) serta pengembangan zona hijau.

​Pameran luring di JICC diikuti oleh lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform resmi www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM—meningkat signifikan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.

​Selama 4 hari pelaksanaan, KKI 2026 menyajikan 44 rangkaian kegiatan, termasuk talkshow ekonomi keuangan inklusif, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, showcase UMKM unggulan, area Cangkir Nusantara, hingga instalasi hijau. Produk yang ditampilkan meliputi wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan-minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.***
​

2