Senin, 25 Mei 2026

Penjual Musiman Bendera Merah Putih Mulai Marak di Kota Serang 

- Selasa, 6 Agustus 2024

| 14:22 WIB

Penjual Bendera Merah Putih di trotoar Kota Serang

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, penjual bendera merah putih dan umbul-umbul mulai menjamur di Kota Serang.

Para pedagang musiman ini memanfaatkan momentum untuk menjual berbagai macam bendera dan aksesoris bertema kemerdekaan.

Menurut Agus (49) seorang penjual bendera mengaku, dirinya sudah membuka lapak dagangannya itu sejak satu pekan lalu. Dia mengaku, menjual bendera itu hanya sebatas musiman saat menjelang HUT Kemerdekaan RI.

“Saya kalau jualan disini dari tanggal 28 Juli ya, kalau deket-deket 17 Agustus saya jualan bendera kayak gini. Kalau sehari-harinya serabutan aja,” ujarnya, Selasa 6 Agustus 2024.

Pria asal Garut ini mengaku tak sendirian untuk berjualan bendera di Kota Serang. Bahkan, banyak rekannya yang berasal dari daerah Garut, Jawa Barat lainnya ikut menjual bendera di Kofa Serang.

“Saya kesini sama-sama teman-teman yang mau jualan juga, ngekos di Pasar Rau,” ucapnya.

Dikatakan Agus, bendera yang ia jual itu didapati melalui agen penjual bendera. Apabila terdapat bendera yang tak laku, dia bisa mengembalikkan barangnya ke agen tersebut.

“Barangnya dari bos, dikirim. Jadi bagi hasil aja, komisi,” katanya.

Dia yang menjual beragam jenis bendera dengan berbahan plastik. Agus menjual barangnya itu mulai dari harga Rp15 ribu hingga Rp250 ribu.

“Saya jualan paling murah Rp15 ribu sampai yang paling mahal itu diharga Rp250 ribu,” tuturnya.

Sementara penjual bendera lainnya, Adiyana (35) mengatakan, dia baru pertama kalinya menjual bendera di Kota Serang. Soalnya, pada tahun sebelumnya ia berdagang di Kota Cilegon.

“Kalau jualan bendera setiap tahun, tapi kalau di sini (Kota Serang) baru kali ini. Biasanya tempat jualannya pindah-pindah, kayak tahun kemarin saya sempat jualan di Cilegon,” katanya.

Dia mengaku, hasil dari penjualan bendera jelang HUT Kemerdekaan RI bisa menembus hingga Rp1 juta.

“Hasil enggak nentu, saya pernah cuma dapat Rp100 ribu kayak kemarin, pernah juga waktu tanggal 1 Agustus saya dapat Rp1 juta. Alhamdulillah aja,” katanya.

Dia mengatakan, penjualannya pada tahun ini menurun jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal itu akibat banyaknya penjual bendera yang menjual barangnya melalui online.

“Ramean tahun-tahun dulu dibandingkan sekarang, soalnya kalau sekarang banyak yang jualan online. Harganya lebih miring di online. Sekarang agak menurun,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, penjualan bendera atau keuntungan yang dikantongi di tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai Rp6 juta.

“Kalau sekarang masih belum tau bersihnya berapa, tapi kalau ngeliat sepi ya. Dulu saya kalau jualan bisa dapat Rp4 juta sampai Rp6 juta lah. Sekarang belum tahu,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, para penjual bendera itu mulai membuka lapak dagangannya di pinggir jalan, seperti Jalan Trip Jamaksari, Sumur Pecung,  Jalan Jenderal Ahmad Yani, hingga Jalan KH Sochari. ***

2