Jumat, 6 November 2026

Polri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7 untuk Awasi Buronan Internasional

- Jumat, 6 November 2026

| 12:18 WIB

Imigrasi

JAKARTA, BANTENPRO.CO.ID – Polri bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi meluncurkan sistem Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) untuk memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara di pintu perlintasan Indonesia.

Melalui sistem tersebut, petugas imigrasi di berbagai pintu masuk dan keluar Indonesia dapat terhubung langsung dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Integrasi ini diharapkan mempercepat pertukaran informasi, proses identifikasi, serta penanganan orang yang terindikasi terlibat dalam kejahatan internasional.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, peluncuran I-GHAS 24/7 merupakan langkah untuk memperkuat koordinasi antara Imigrasi dan Polri, khususnya dalam pengawasan wilayah perbatasan.

“Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan perbatasan membutuhkan dukungan teknologi dan sistem pertukaran informasi yang akurat. Hal tersebut penting untuk mengantisipasi ancaman kejahatan transnasional sejak seseorang memasuki wilayah Indonesia.

Ia menegaskan, kerja sama kedua institusi juga didasarkan pada kesamaan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, penguatan pengawasan melalui I-GHAS 24/7 diperlukan untuk menghadapi kompleksitas kejahatan lintas negara, seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan narkotika.

“Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” ungkapnya.

Peluncuran sistem tersebut turut dihadiri Kepala Divhubinter Polri Irjen Pol Untung Widyamoko. Ke depan, platform I-GHAS 24/7 direncanakan dikembangkan melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta pemanfaatan data biometrik pada 2027.

Hendarsam mengatakan, pengembangan teknologi tersebut diharapkan semakin memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan. Namun, penguatan sistem keamanan tetap harus berjalan beriringan dengan pelayanan keimigrasian.

“Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat,” pungkasnya.*

2