Sabtu, 7 Februari 2026

Waspada Penyakit Pascabanjir di Kota Serang, Dinkes Siagakan Tim Medis di Pengungsian

- Rabu, 14 Januari 2026

| 12:05 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang memberikan perhatian khusus terhadap potensi penyebaran penyakit pascabanjir yang mulai mengancam warga terdampak. Lingkungan yang lembap dan paparan air yang tercemar banjir dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan, mulai dari penyakit kulit hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasannudin, menyatakan tim medis telah disiagakan di berbagai titik pengungsian sejak proses evakuasi dimulai. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau selama masa tanggap darurat.

“Biasanya setelah banjir muncul keluhan gatal-gatal akibat air yang masuk ke rumah. Selain itu, flu dan gangguan kesehatan lainnya juga perlu diwaspadai karena cuaca masih sering hujan,” ujar Ahmad pada Rabu, 14 Januari 2026.

Ahmad menjelaskan, pusat pelayanan kesehatan telah didirikan di titik-titik krusial yang menjadi pusat evakuasi warga, seperti di kawasan Perumahan Grand Sutera, Citra Gading, hingga wilayah Curug.

Di Grand Sutera sendiri, Dinkes menempatkan dua titik layanan medis yang berlokasi di masjid dan musala setempat. “Di wilayah Curug, tim kesehatan bahkan sudah berjaga sejak malam karena ketinggian air di sana sempat mencapai satu meter,” katanya menambahkan.

Selain pengobatan, di lokasi-lokasi pengungsian tersebut pemerintah juga menyediakan dapur umum untuk menjamin asupan nutrisi warga yang belum bisa kembali ke rumah.

Selain memberikan pengobatan secara langsung, petugas kesehatan di lapangan turut memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri (personal hygiene) di tengah kondisi lingkungan yang kurang kondusif.

Dinkes Kota Serang mengimbau warga untuk menjaga stamina tubuh dengan istirahat yang cukup di pengungsian, melapor ke posko medis jika merasakan gejala demam atau gatal-gatal dan memperhatikan kebersihan sumber air minum dan makanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan, supaya bisa segera ditangani secara dini,” ucap Ahmad.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan memastikan pelayanan medis akan terus berjalan selama status tanggap darurat banjir masih diberlakukan, seiring dengan pemantauan berkala di seluruh titik pengungsian di Kota Serang.***