CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Kemiskinan ekstrem di Kota Cilegon, Provinsi Banten diklaim mengalami penurunan hingga 0 persen.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin usai menghadiri evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah (E-SAKIP), di Bappeda Kota Cilegon pada Rabu 10 Juli 2024.
“Se-Provinsi Banten berdasarkan evaluasi kinerja dan dari kita oleh Kemenko PMK RI, bahwa Cilegon sudah 0 persen kemiskinan ekstrem, jadi di Cilegon adalah satu-satunya kota yang kemiskinan ekstremnya di angka 0,” ujarnya.
Kendati demikian, walaupun kemiskinan ekstrem di Kota Cilegon diklaim sudah diberantas, namun tingkat kemiskinannya masih tinggi.
Berdasarkan data BPS yang dikutip dari Kota Cilegon dalam angka, garis kemiskinannya meningkat sebesar 10,46 persen, dari Rp572.780/ kapita/ bulan pada Maret 2022, menjadi Rp632.703/ kapita/ bulan pada Maret 2023.
Sejalan dengan naiknya garis kemiskinan, jumlah penduduk miskin
di Kota Cilegon juga meningkat sebesar 0,34 persen atau bertambah 1,74 ribu orang penduduk miskin dibanding Maret 2022.
Data terakhir menyebutkan, garis kemiskinan di Kota Baja sebesar Rp632.703/kapita/bulan, dengan jumlah penduduk miskin 18.200 jiwa. Meningkat 0,34 persen dari tahun 2022, menjadi 3,98 persen di tahun 2023.
Selain kemiskinan ekstrem, Maman juga mengklaim sistem penjaminan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC) meningkat di tahun ini.
“UHC kita yang tadinya diangka 96 skrang menjadi 99. 99 cakupannya itu bahkan lebih dari angka 103, kenapa? karena ada juga kenaikan jumlah penduduk di kita, sehingga itu mempengaruhi,” jelasnya.
“Itu semua (karena-red) OPD lebih kepada intervensi alokasi anggaran itu untuk masyarakat. Nah itu bentuk intervensi APBD, manfaat outcomenya jelas,” tutupnya.**














