LEBAK, BANTENPRO.CO.ID – Bencana pergerakan tanah melanda wilayah Kecamatan Bayah dan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tercatat puluhan rumah mengalami kerusakan dari tingkatan ringan, sedang hingga berat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdapat 91 kepala keluarga (KK) yang mengungsi setelah rumah mereka rusak akibat pergerakan tanah.
Samsudin salah satu pengungsi di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak mengaku terpaksa mengungsi di tenda darurat lantaran kondisi rumahnya yang khawatir ambruk karena pergerakan tanah.
“Kondisinya mengkhawatirkan pak, jadi kita ngungsi di tenda darurat. Semoga segera ada solusi dari pemerintah daerah,”kata Samsudin.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan di Desa Panyaungan terdapat 23 KK yang mengungsi di tenda darurat.
“68 KK di Desa Cidikit, Bayah dan 23 itu di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara. Mereka mengungsi ada yang di tenda darurat dan gedung sekolah,”kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Senin 9 Desember 2024.
Kata Febby, dampak kerusakan terparah berada di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara. Mereka tak bisa lagi menempati tempat tinggalnya lantaran kondisi rumah yang rusak cukup parah akibat pergerakan tanah.
“Ada beberapa juga yang khawatir akan terjadi lagi. Jadi mereka memutuskan untuk mengungsi,”katanya.
Meski demikian, Febby menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menjamin logistik juga kesehatan para pengungsi korban pergerakan tanah. “Kita juga akan usulkan Dana Tunggu Hunian (DTH),”tandasnya.***














