Sabtu, 18 April 2026

Dinilai Pemborosan, Mahasiswa Sesalkan Pengadaan Fasilitas Mewah Untuk Gubernur Banten Terpilih

- Sabtu, 15 Februari 2025

| 13:22 WIB

Moment pasangan gubernur dan wakil hubernur Banten terpilih Andra Soni - Dimyati Natakusumah menaiki kendaraan angkutan umum. (Foto: Ismatullah/Bantenpro.co.id)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pengadaan fasilitas mewah untuk gubernur dan wakil gubernur Banten terpilih periode 2024-2029 terus menuai sorotan publik.

Diketahui, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan fasilitas mewah berupa pengadaan mobil dinas, pakaian dinas hingga tempat tidur di tengah imbauan untuk melakukan efisiensi anggaran belanja daerah dari pemerintah pusat.

Kordinator Daerah (Korda) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMAI) ZONA III buka suara soal pengadaan mobil dinas mewah, baju dinas dan fasilitas tempat tidur dengan anggaran miliaran tersebut. Ia menilai, pengadaan fasilitas mewah itu sebagi bentuk pemborosan yang tidak pro rakyat.

“Pemborosan anggaran untuk pembelian mobil baru, pakaian dinas, dan pengadaan tempat tidur untuk Gubernur Banten terpilih sangat tidak perlu, mengingat masih banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak dan harus diprioritaskan,” ujar Lulu Zalma sebagai Koordinator Daerah Banten, Sabtu (15/02/2024).

Selanjutnya, Lulu mengatakan bahwa Gubernur Banten terpilih jangan hanya fokus pada hal-hal yang tidak perlu. Menurutnya, persoalan di Banten masih banyak yang wajib dituntaskan, seperti pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pendidikan yang belum merata, dan pembangunan infrastruktur yang perlu perbaikan.

“Pemerintah seharusnya lebih mengutamakan kesejahteraan rakyat daripada menghabiskan anggaran untuk kepentingan pribadi atau hal yang kurang bermanfaat bagi masyarakat luas,”. jelas Lulu.

Terakhir, Lulu menegaskan agar seluruh pemerintahan menekankan pentingnya transparansi dan kepedulian terhadap rakyat. Ia berharap pemerintah Provinsi Banten yang baru dapat menghadirkan perubahan nyata dengan program yang pro-rakyat, memprioritaskan kesejahteraan, serta membangun pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kemajuan daerah.

Lulu juga mengajak kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk mengawal pemerintahan Provinsi Banten periodesasi baru agar bisa melaksanakan kepemimpinan selama satu periode kedepan.

“Dengan kebijakan yang pro terhadap rakyat dan jangan sampai Gubernur terpilih yang baru menjadi mimpi buruk bagi masyarakat Provinsi Banten,” katanya.

Hal senada diungkapkan Presiden Mahasiswa Poltekkes ‘Aisyiyah Banten 2023 Aditia Faizul. Ia menilai, pengadaan fasilitas mewah untuk gubernur dan wakil gubernur Banten bentuk pemborosan anggaran di tengah-tengah ada instruksi efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo Subianto.

“Anggaran hampir setengah miliar rupiah untuk pengadaan tempat tidur gubernur Banten terpilih adalah bentuk pemborosan yang tidak hanya tidak etis, tetapi juga mencerminkan kegagalan total dalam memahami esensi pelayanan publik,” katanya.

“Di tengah berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dari infrastruktur yang belum merata, layanan kesehatan yang masih tertinggal,hingga angka kemiskinan yang belum terselesaikan, alokasi dana sebesar ini untuk fasilitas pribadi pejabat adalah bentuk arogansi kekuasaan dan pengkhianatan terhadap amanat rakyat,” tambah Aditia.

Lebih dari sekadar persoalan belanja negara, ia mengatakan kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pejabat publik masih banyak yang terjebak dalam budaya feodalistik.

“Dimana jabatan dianggap sebagai hak istimewa untuk menikmati kemewahan, bukan sebagai amanah untuk bekerja demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Seorang gubernur lanjut dia, seharusnya menjadi contoh dalam menjalankan prinsip efisiensi, kesederhanaan, dan keberpihakan pada rakyat.

“Bukan malah menunjukkan gaya hidup yang terkesan hedonis dengan menghamburkan uang negara untuk kebutuhan pribadi. Selain itu, nilai pengadaan yang tidak masuk akal ini memicu kecurigaan adanya potensi mark-up harga atau penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaannya,” katanya.

Sementera itu, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Bojonegara Puloampel (IKMBP) Fahmi Adam ikut menyesalkan anggaran hampir setengah miliar untuk pengadaan tempat tidur bagi gubernur dan wakil gubernur Banten terpilih tersebut.

“Menurut saya pribadi selaku mahasiswa sangat menyayangkan jika memang pengadaan anggaran yang berlebihan tersebut dialokasikan untuk kebutuhan gubernur terpilih provinsi banten,” kata Fahmi, Jumat (14/2/2025).

“Dengan anggaran yg begitu fantastis pemprov Banten mestinya harus mengambil langkah lebih bijak dalam mengelola anggaran, alangkah lebih tepat dialokasikan untuk hal-hal lain yangg lebih manfaat untuk masyarakat banyak,” sambung Fahmi.***