Sabtu, 18 April 2026

IKMBP Sukses Mengelar Dialog Publik Soroti Persoalan Lingkungan

- Jumat, 28 Februari 2025

| 08:46 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Bojonegara Puloampel (IKMBP) berkolaborasi bersama pemerintah BUMDES Desa Margagiri menginisiasi kegiatan dialog publik interaktif terkait kebijakan lingkungan hidup disektor industri.

Bertempat di Caffe Kosambi Desa wisata margagiri, acara dihadiri langsung oleh mahasiswa, LSM, perusahaan dan juga masyarakat umum.

Dengan mengangkat tema “Implementasi kebijakan lingkungan hidup disektor industri” dialog menjadi lebih berkesan karena di isi langsung oleh narasumber dari Komisi III DPRD Kabupaten Serang (Najib Hanafi), Kabid DLH Kabupaten Serang (Heny Indriyani) serta Ketua BEM Banten Bersatu (Bagas Yulianto).

Ketua umum Ikatan Mahasiswa Bojonegara Puloampel, Fahmi Adam menyampaikan latar belakang terselenggaranya kegiatan dialog publik ini adalah bentuk sebuah keresahan dari masyarakat Bojonegara dan juga Puloampel.

“Kami sebagai mahasiswa yang sering mendapatkan aduan secara langsung dari telinga ke telinga masyarakat merasa geram dan menyayangkan, dimana peran dan fungsi pengawasan pemerintah terhadap kondisi lingkungan yang ada di Bojonegara Puloampel,” ujar Fahmi.

Fahmi berharap kepada petugas dan dinas terkait, dengan adanya kegiatan dialog publik ini akan membawa dampak baik bagi kelangsungan hidup masyarakat dan lingkungan.

“Harapan kami dari mahasiswa semoga pemerintah dari dinas DLHK kabupaten Serang bisa bersinergi berjalan bersama masyarakat dalam mengawal kebijakan lingkungan hidup pada sektor industri di daerah kami,” tegas Fahmi.

Mengawali dialog, narasumber pertama dari dinas LH kabupaten Serang Heny Indriani memaparkan materi peraturan perundang undangan terkait kebijakan dan wewenang dinas lingkungan hidup dalam mengatur regulasi pada ranah industri.

“Kami dari dinas lingkungan hidup kabupaten Serang sudah sering mendapatkan aduan terkait dinamika industri yang banyak bermasalah di kabupaten serang dan kami langsung tangani meskipun secara aturan resmi fungsi perizinan dan pengawasan industri adalah wewenang provinsi bukan kabupaten lagi sekarang,” terang Heny.

“Adanya perubahan perundang-undangan yang mengatur tentang regulasi perizinan pendirian izin tambang dan industri yang saat ini menjadi wewenang pusat, membuat ruang gerak kami sebagai LH kabupaten selalu terbatas dalam menindak perusahaan-perusahaan yang memang bermasalah,” sambungnya.

Hal serupa di amini oleh anggota komisi III DPRD kabupaten Serang, najib hanafi dalam paparannya sebagai narasumber.

Najib selaku dewan perwakilan rakyat yang berdomisili di Bojonegara merasa tergerak dengan adanya dialog tersebut, pasalnya ia sebagai putra daerah baru mengetahui jika memang di Bojonegara dan Puloampel banyak perusahaan yang bermasalah.

“Sebelumnya saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada adik-adik mahasiswa Bojonegara dan Puloampel yang sudah melaksanakan kegiatan positif yang sangat bermanfaat ini dan jujur selama ini saya belum pernah menerima bentuk audiensi terkait kondisi industri yang ada di Bojonegara Puloampel,” paparnya 

“Kemarin kami melaksanakan penertiban terkait perusahaan yang bermasalah di kawasan cikande bersama dinas lingkungan hidup. Semoga kedepannya adik-adik mahasiswa bisa bekerja sama dalam mengawal isu penting dan melaporkan jika ada pelanggan mengenai perusahaan yang bermasalah,”tegas Najib 

Sementara itu ketua BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto yang mewakili generasi muda menyampaikan peran, fungsi dan etika mahasiswa saat ini dalam mengawal isu strategis yang ada disekitar.

Bagas menuturkan bentuk pelampiasan yang saat ini menjadi senjata mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi bukanlah demonstrasi, akan tetapi media dan kajian akademik.

“Saya pikir demonstrasi dilapangan tanpa adanya kajian yang matang, akan menimbulkan kerancuan dan ketidakpastian. Oleh karenanya sebagai mahasiswa generasi z yang hidup serba teknologi informasi kita harus pandai memanfaatkan media masa untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Bagas 

“Saat ini kami dari BEM Banten Bersatu sedang mengawal permasalahan besar yang ada di provinsi Banten. Dan sedang menyusun naskah akademik sebagai acuan kuat yang insyaallah tidak akan terbantahkan oleh oligarki,” sambungnya.

“Hal ini tentu bisa di implementasikan juga oleh kawan-kawan ikatan mahasiswa Bojonegara Puloampel dalam mengawal isu-isu penting yang ada di daerah” tehasnya.

Setelah ketiga pemantik selesai menyampaikan materi, banyak audiens yang ingin meluapkan keresahan nya dalam acara dialog publik tersebut. Mayoritas dari mereka adalah mahasiswa yang banyak mengeluhkan penyelesaian industri yang banyak berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan juga lingkungan.***