Kamis, 30 April 2026

Miris, 200 Madrasah di Lebak dalam Kondisi Rusak, Kemenag: Anggaran Pusat Terbatas

- Selasa, 12 Agustus 2025

| 15:29 WIB

LEBAK, BANTENPRO.CO.ID – Sebanyak 200 madrasah di Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan dalam kondisi rusak. Madrasah dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) ini mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, dari sedang hingga berat. Meskipun begitu, proses belajar mengajar diklaim masih berjalan, meski dengan kondisi yang jauh dari ideal.

Data dari Kementerian Agama (Kemenag) Lebak menunjukkan, dari total 807 madrasah yang ada, 25 persen di antaranya memerlukan perbaikan. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang permohonan bantuan yang diajukan melalui sistem Education Management Information System (EMIS).

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak, Slamet, menjelaskan bahwa sebagian besar madrasah yang rusak adalah milik swasta. “Dari 200 madrasah, hanya 10 yang berstatus negeri dan kami jamin kondisinya baik,” kata Slamet, Selasa (12/8/2025).

Slamet menambahkan bahwa Kemenag Lebak hanya berfungsi sebagai penghimpun data. Keputusan penyaluran bantuan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat dan bersifat terbatas. Sebagai contoh, pada tahun 2024 lalu, hanya 45 madrasah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi.

Ia juga menyoroti maraknya pembangunan madrasah baru yang dilakukan secara swadaya, namun tidak diimbangi dengan kesiapan finansial yang memadai.

“Seharusnya, ketika membangun madrasah, mereka sudah siap secara finansial. Ini malah menjadi beban karena mengharapkan bantuan,” kritiknya.

Slamet menegaskan, bantuan perbaikan madrasah akan disalurkan berdasarkan urgensi yang terinput dalam sistem EMIS. “Pemerintah pusat yang akan memutuskan madrasah mana yang paling mendesak untuk mendapatkan bantuan. Jadi, tidak semua bisa mendapatkannya,” tutupnya.***