BANTENPRO.CO.ID – PT Jamkrida Banten Unit Usaha Syariah meraih penghargaan bergengsi dalam ajang BPR Syariah (BPRS) Award dari HIMPUNAN Bank Perekonomian Rakyat Syariah Indonesia (Himbarsi). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten tersebut meraih penghargaan sebagai Kemitraan BPR Sayariah Terbaik Peringkat 1 kategori Kemitraan BPR Sayariah Dengan Penjaminan Syariah yang digelar di Bandung pada Kamis (7/8) malam.
Penghargaan ini diterina langsung Direktur Jamkrida Banten Nizar dan disaksikan langsung Kepala Divisi Unit Usaha Syariah PT Jamkrida Banten Asep Wahyu.
“Jamkrida Banten sebagai perusahaan penjaminan kredit milik Pemprov yang mempunyai unit bisnis syariah mendapatkan award untuk kategori kemitraan dengan asuransi/penjaminan syariah dalam ajang BPR Syariah Award 2025 yang diadakan oleh HIMBARSI,” ujar Direktur Jamkrida Banten Nizar kepada Bantenpro.co.id, Senin (11/8/2025).
Nizar mengatakan, pemberian penghargaan ini sebagai bentuk nyata bahwa kehadiran Jamkrida Banten Unit Usaha Syariah (UUS) memiliki posisi dan nilai tinggi di hadapan para mitra bisnisnya.
“Mohon support dan doanya semoga melalui penghargaan ini kami senantiasa lebih meningkatkan mutu dan pelayanan kepada mitra kami dan memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat lebih luas lagi,” harap Nizar
Untuk diketahui, BPR Syariah (BPRS) Award yang diadakan Himbarsi merupakan sebuah ajang penghargaan yang dirancang untuk mendorong kemajuan industri perbankan syariah dan berbagai lembaga keuangan serta non-keuangan.
Tak hanya itu, penghargaan ini juga diinisiasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat performa dan jaringan kolaborasi antar pelaku BPR Syariah.
Aspek Penilaian
Dalam pelaksanaan penghargaan, Himbarsi memprioritaskan transparansi. Penilaian BPRS Award sepenuhnya diserahkan kepada Karim Consulting Indonesia dengan pendekatan berbasis data dan metodologi ilmiah.
Penilaian dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu aspek keuangan dan non-keuangan.
Aspek keuangan mencakup Ekspansi pembiayaan, Dana pihak ketiga (DPK),
Kualitas pembiayaan (NPF), Efisiensi operasional (BOPO) dan Tingkat profitabilitas.
Sementara aspek non-keuangan meliputi Proporsi pembiayaan UMKM, Inovasi produk pembiayaan, Penggunaan teknologi seperti cash management system dan virtual account dan Volume pembiayaan linkage dengan mitra.
Kemudian, semua data dikumpulkan dan dianalisis secara objektif oleh tim Karim Consulting untuk memastikan kepercayaan publik terhadap hasil penghargaan ini.***














