SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Provinsi Banten bergerak maju dalam upaya menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 bersama Provinsi Lampung. Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran untuk tahap pendaftaran sebagai bukti keseriusan.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Dr. H. Ahmad Syaukani, mengungkapkan bahwa Banten telah berkoordinasi dengan KONI Pusat dan Kemenpora terkait progres ini.
“Kita sudah berkoordinasi sama KONI Pusat dan Menpora. Terkait dengan progres persiapan Banten menjadi tuan rumah bersama Lampung,” ujar Syaukani, Rabu (22/10/2025).
Syaukani menjelaskan, proses pendaftaran tuan rumah PON akan dibuka oleh KONI Pusat setelah selesainya ajang PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah.
“Pendaftaran tuan rumah itu dilaksanakan setelah PON Bela Diri di Kudus. Nah, setelah selesai PON Bela Diri di Kudus, KONI akan mengirimkan surat kepada provinsi seluruh Indonesia, siapa yang akan menjadi tuan rumah,” jelasnya.
Syaukani menyebutkan bahwa proses bidding (penawaran) dan pemilihan tuan rumah akan berlangsung pada tahun depan, sementara pendaftaran harus dilakukan tahun ini.
Untuk menunjukkan keseriusan, Banten telah menganggarkan biaya pendaftaran sebesar Rp 1 miliar. Dana ini bersifat hangus jika Banten membatalkan diri dari pencalonan.
“Salah satunya, kita sudah menganggarkan untuk pendaftaran, satu miliar sudah kita siapkan untuk daftar. Jadi satu miliar itu dan itu tidak bisa diambil kalau kemudian kita membatalkan diri, satu miliar hangus,” tegas Syaukani.
Selain biaya pendaftaran, total biaya bidding untuk tuan rumah bersama dengan Lampung mencapai Rp 7 miliar.
“Bidding kita harus bayar tujuh miliar, karena kita dengan Lampung, berarti 3,5 miliar sama 3,5 miliar. Itu untuk bidding, itu proses pemilihannya,” jelasnya.
Banten mengincar PON 2032, setelah sebelumnya direncanakan PON akan berlangsung di NTB dan NTT. “Kita masih ada waktu sampai 2032. Kita PON NTB, NTT dulu, baru ke PON Banten, Lampung. Jadi kita harus pasti dulu kita dapat sebagai tuan rumahnya,” imbuhnya.
Terkait kesiapan infrastruktur, Syaukani menyebut Gubernur Banten terus memproses persiapan venue, terutama di Banten International Stadium (BIS).
“Tentu Pak Gubernur saya rasa berprogres untuk mempersiapkan venue yang di Banten National Stadium (BIS). Sekarang sedang mulai dipersiapkan untuk parkir dan untuk keluar masuk melalui PUPR,” katanya.
Pembangunan Sports Center juga terus berproses sesuai blueprint yang sudah ada. “Tahun ini kan hanya, kalau tidak salah, ada beberapa proses penganggaran dan juga parkir. Ini untuk siapkan PON juga nantinya,” ujarnya.
Mengenai persaingan, Syaukani belum bisa memastikan siapa saja lawan Banten. Namun, ia optimis Banten memiliki peluang besar berkat aksesibilitasnya.
“Mudah-mudahan dengan aksesibilitas Provinsi Banten yang disampaikan oleh Pak Gubernur, bahwa kalau PON di Provinsi Banten itu, provinsi-provinsi yang lain tidak perlu transit. Kalau di Banten, mereka dari mana-mana langsung ke Soekarno-Hatta. Dari Lampung juga tinggal menyeberang,” pungkasnya.***














