SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Rencana pesta besar tempat hiburan malam (THM) KING’s di Jalan Lingkar Selatan, Cilegon, mendadak buyar setelah flayer yang menghadirkan DJ Elsa Queen beredar luas dan memantik reaksi publik. Sorotan itu cukup keras hingga membuat manajemen tempat hiburan malam tersebut bergerak cepat meminta maaf sekaligus membatalkan acara.
Manajer KING’s, Erwin, muncul di Mapolres Cilegon pada Rabu, 19 November 2025, untuk memberikan klarifikasi kepada Wakapolres Cilegon, Kompol Arief Nazaruddin Yusuf dan Kasat Narkoba Polres Cilegon AKP Suryanto. Seusai pertemuan, Erwin menyampaikan permohonan maaf terbuka.
“Kami minta maaf atas kegaduhan yang terjadi ke masyarakat Kota Cilegon,” ujar Erwin.
Ia menegaskan event itu resmi dibatalkan setelah mendapat arahan langsung dari Polres Cilegon.
“Kami informasikan lagi, kami sudah membatalkan event tersebut sesuai arahan dan petunjuk dari Kepolisian, Polres Cilegon,” katanya.
Erwin mengakui pihaknya kecolongan dalam hal koordinasi dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa.
“Ke depan, setiap event pasti kami koordinasikan dulu dengan Kepolisian dan instansi terkait,” ucapnya.
Polisi Bergerak setelah Medsos Riuh
Wakapolres Cilegon Kompol Arief Nazaruddin Yusuf menyebut polisi bertindak setelah menemukan unggahan warganet yang menyoroti rencana acara itu, ditambah laporan masyarakat yang masuk ke petugas.
“Informasi ini kami dapat dari media sosial dan laporan langsung warga. Setiap dinamika sekecil apa pun di masyarakat, pasti kami tindak lanjuti,” katanya.
Arief menegaskan langkah klarifikasi dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap kegiatan publik, terutama industri hiburan yang wajib mengikuti aturan daerah.
“Kami tidak melarang kegiatan, tetapi semua penyelenggara wajib mematuhi regulasi di Kota Cilegon. Setiap event harus memastikan aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Arief, setiap rencana penyelenggaraan acara di ruang publik harus dimulai dengan komunikasi resmi kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan.
“Event apa pun harus melewati proses koordinasi sejak awal. Ini supaya kegiatan di tengah masyarakat tetap aman dan tertib,” tuturnya.














