Sabtu, 18 April 2026

Ironi Ibukota Provinsi: Ratusan Ribu Warga Kota Serang Belum Nikmati Air Bersih Perpipaan

- Minggu, 14 Desember 2025

| 15:21 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Akses air bersih perpipaan di Kota Serang, ibukota Provinsi Banten, masih menjadi persoalan serius yang menghimpit ratusan ribu warganya. Ironisnya, dari total penduduk yang telah menembus angka 750.000 jiwa, baru sebagian kecil yang terlayani oleh jaringan Perumdam Tirta Madani.

Data terbaru dari Perumdam Tirta Madani menunjukkan bahwa hingga saat ini, sambungan rumah (SR) yang aktif baru sekitar 6.000 pelanggan. Angka ini hanya setara dengan sekitar lima persen dari total populasi Kota Serang.

Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang, Arif Setiawan, mengakui bahwa rendahnya cakupan layanan ini merupakan masalah yang sudah berlangsung lama.

“Dari jumlah penduduk Kota Serang yang sudah lebih dari 750 ribu jiwa, sambungan rumah yang terlayani baru sekitar 6.000. Artinya cakupan kita masih di angka lima persen,” kata Arif, Sabtu (13/12/2025).

Ia menambahkan, saat mulai menjabat pada tahun 2023, cakupan layanan bahkan masih sangat minim, yakni hanya di angka tiga persen atau sekitar 3.000 SR.

Menurut Arif, keterbatasan investasi menjadi kendala utama dalam upaya perluasan jaringan air bersih. Pembangunan pipa distribusi dan instalasi pengolahan air (IPA) membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Biaya investasi per sambungan itu tidak kecil. Bisa Rp1,6 juta, Rp5 juta sampai Rp8 juta per rumah, tergantung jarak dan kondisi medan,” jelasnya.

Selain itu, masalah lain adalah kapasitas air baku yang belum memadai. Kota Serang diprediksi membutuhkan pasokan air hingga 300 liter per detik (L/detik) hingga tahun 2040. Sementara itu, kapasitas terpasang saat ini baru sekitar 118 L/detik.

Kondisi ini mengakibatkan banyak wilayah, seperti Kecamatan Taktakan dan Curug, hingga kini belum tersentuh layanan air bersih perpipaan dan masih harus menunggu pembangunan instalasi dan jaringan distribusi.***