Rabu, 22 April 2026

Kadis PUPR Ungkap Penyebab Genangan di Royal: Sampah dan Drainase Tidak Ideal

- Senin, 12 Januari 2026

| 13:50 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang bergerak cepat mencari solusi penanganan genangan air yang kerap merendam kawasan Royal hingga kantor BPBD Kabupaten Serang saat intensitas hujan tinggi.

Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengungkapkan bahwa faktor utama penyebab genangan di wilayah tersebut adalah kondisi topografi yang berbentuk cekungan. Selain itu, debit air kiriman dari Cibanten dan Taman Sari tidak mampu tertampung secara maksimal oleh drainase yang ada.

“Kawasan Royal dan kantor BPBD Kabupaten Serang ini merupakan daerah cekungan. Saat ini, kantor BPBD belum memiliki drainase yang ideal untuk membuang air, sehingga limpasan airnya mengalir ke arah Royal,” ujar Iwan saat meninjau lokasi.

Iwan menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Serang untuk membuat saluran pembuangan baru. Rencananya, air dari titik tersebut akan dialirkan langsung menuju saluran di kawasan Royal Baroe yang kemudian diteruskan ke arah Mangga Dua.

“Kita akan bantu buatkan saluran pembuangan dari BPBD ke arah Royal, lalu kita lebarkan drainase di beberapa titik rawan di kawasan Royal agar aliran air lebih lancar menuju Mangga Dua,” jelasnya.

Selain masalah kapasitas saluran, Iwan menyoroti tumpukan sampah yang kerap menyumbat aliran air. Untuk itu, pihaknya akan menyiagakan petugas khusus guna melakukan pembersihan rutin.

“Ada titik yang terhambat sampah. Kami akan rutinkan petugas khusus untuk menangani ini agar tidak ada lagi sumbatan,” tegas Iwan.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan cepat ini sangat krusial untuk menjaga infrastruktur jalan yang baru saja diperbaiki. Jika genangan dibiarkan berhari-hari, ia khawatir kualitas jalan hotmix di kawasan Royal Baroe akan cepat rusak atau terkelupas.

“Kita antisipasi agar tidak berkelanjutan. Kita juga terus memantau kapasitas tampung di hilirnya, yakni di daerah Mangga Dua. Jangan sampai terjadi arus balik jika daya tampung di sana tidak ideal,” pungkasnya.***