CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Insiden kebakaran hebat yang melanda kapal nelayan KM Marina 7 di perairan barat Pulau Ular, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (19/2/2026), menyisakan duka mendalam. Dari total 31 orang yang berada di atas kapal, satu orang dinyatakan tewas dan dua lainnya masih dalam pencarian intensif tim SAR Gabungan.
Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, operasi SAR hari pertama (H-1) difokuskan pada penyisiran area di sekitar koordinat 5^{\circ} 57′ 5.40″ S – 105^{\circ} 54′ 32.82″ E.
Kepala Kantor Basarnas Banten mengungkapkan, korban meninggal dunia telah teridentifikasi atas nama Andi alias Ombor, seorang ABK asal Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara itu, dua ABK yang hingga kini belum ditemukan adalah Rendi (Pekalongan) dan Ahmad (24).
“Hingga sore ini, 28 orang berhasil diselamatkan, satu meninggal dunia, dan dua orang masih berstatus Dalam Pencarian (DP). Tim terus memaksimalkan penyisiran di lokasi kejadian,” jelasnya.
Api dilaporkan melalap kapal tersebut pada pagi hari. Tim Basarnas Banten langsung mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju Last Known Position (LKP) pada pukul 09.45 WIB. Di saat yang sama, personel Unit Siaga SAR Merak merapat ke Dermaga Lanal Banten untuk mengevakuasi korban selamat.
Proses pendataan korban sempat berlangsung dramatis di dermaga. Sebagian besar korban selamat merupakan warga asal Jawa Tengah yang kini tengah mendapatkan penanganan medis dan trauma psikis.
Berikut data korban yang dihimpun dari otoritas terkait:
- Meninggal Dunia: Andi alias Ombor (Pekalongan, Jawa Tengah).
- Dalam Pencarian (Hilang):
- Rendi (Pekalongan Timur).
- Ahmad (24 tahun).
- Selamat (28 Orang): Mukriyanto (Nahkoda), Kholidin (Wakil Nahkoda), Taryo (KKM), Nuroji (KKM), Radibani, Abdul Gofur, Rohani, Harmoko, Trisno, Bagas Adi Galih, Taufik, M. Andre, Agus Supriatin, Alif, Ahmad Afandi, Kastono, Kukuh Lestari, Dualfan Saputra, Jasen Alfian, Maulana Ardiansyah, Abdul Mukti, Ipung Pramono, Muhammad Soleh, Anam, Tomi, Gito, Apriadi Pratomo, dan Rahmat Murdito.
Hingga berita ini diturunkan, RIB 02 Banten masih melakukan manuver di sekitar lokasi kebakaran untuk mencari keberadaan Rendi dan Ahmad. Dugaan sementara penyebab kebakaran kapal masih dalam penyelidikan pihak kepolisian perairan.***












