TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pasca gelaran Rapat Kerja (RAKER) III yang digelar Rabu (04/02/2026) di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ketua Presidium Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si., melakukan kunjungan perdana ke FSPP Kota Tangerang pada Jumat (06/03/2026). Kunjungan ini bukan hanya sekadar silaturahim, melainkan sebagai ajang konsolidasi sekaligus deklarasi program kerja yang akan menggerakkan ribuan santri di Banten.
Di hadapan para kiai dan penggerak pesantren Kota Tangerang, Fadlullah menegaskan bahwa pesantren bukan lagi sekadar tempat mengaji, melainkan juga pilar strategis pembangunan daerah. “Kota Tangerang dan Banten secara umum punya potensi besar. Santri harus jadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek,” ucapnya.
Ia kemudian mengumumkan tiga program prioritas hasil RAKER III. Pertama, revitalisasi masjid sekretariat FSPP yang akan difungsikan tidak hanya untuk shalat berjamaah, namun juga sebagai pusat gerakan sosial dan pemberdayaan umat dengan program ekonomi kerakyatan dan pusat koordinasi dakwah modern. Kedua, pembentukan lembaga amal kemanusiaan pesantren Indonesia yang akan menjadi corong kepedulian sosial, menghimpun dan menyalurkan donasi secara transparan dan tepat sasaran. Ketiga, pengembangan Gerakan Aksi Santri Indonesia (GRASIA) untuk melahirkan santri milenial yang melek teknologi, ekonomi digital, dan pengabdian masyarakat.
Fadlullah juga menyoroti peran strategis pesantren di Banten, khususnya Kota Tangerang sebagai wilayah penyangga ibu kota. Menurutnya, kontribusi santri sangat besar dalam menggerakkan ekonomi lokal.
“Jangan remehkan kantong-kantong ekonomi pesantren. Mulai dari koperasi santri, unit usaha kecil, hingga produk lokal yang dikelola alumni pesantren, dampaknya luar biasa bagi perputaran ekonomi di Banten,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa di beberapa wilayah Banten, pesantren telah menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, membuka lapak warga, hingga menggerakkan sektor kuliner dan pertanian. Jika dikelola secara modern melalui GRASIA, dampaknya bisa berkali-kali lipat.
“Bayangkan ribuan santri di Kota Tangerang dan Banten menjadi pelopor wirausaha. Mereka tidak hanya mencari kerja, tapi menciptakan lapangan kerja. Ini sumbangsih nyata bagi pembangunan provinsi,” tegasnya.
Fadlullah menargetkan ketiga program prioritas ini mulai berjalan pada Syawal 1447 H. Ia optimis sinergi antara pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat akan menjadikan Banten provinsi yang mandiri secara ekonomi dan kokoh secara spiritual. “Kota Tangerang adalah gerbangnya. Dari sini, energi perubahan akan menyebar ke seluruh kabupaten/kota. Mari kita songsong era baru pesantren yang lebih progresif,” pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut hadir jajaran Pengurus FSPP Banten Presidium, Kesekretariatan, Dewan Pakar, Dewan Pertimbangan, dan FSPP Kota Tangerang.
Wari Syadeli, MSi Sekertaris Dewan Pakar FSPP Banten menyatakan, “FSPP adalah mitra strategis Pemerintah dalam Pembangunan. Apresiasi terhadap kepedulian Walikota Tangerang terhadap FSPP atas pembangunan gedung Graha Santri patut dicontoh oleh kepala daerah lainnya di seluruh Banten.”
Sementara itu, Sekertaris Dewan Pertimbangan Presidium H. Ali Mustofa, M.Si mengatakan, “Kunjungan ini harus terus dilakukan sebagai bentuk silaturahim antar pondok pesantren, terutama untuk mendukung pemerintah dalam pembangunan khususnya ketahanan pangan dan perbaikan gizi, yang bisa menjadi peran pesantren selaras dengan fungsi FSPP sebagai lembaga silaturahim dan pemberdayaan,” pungkasnya.***












