Kamis, 11 Juni 2026

Lestarikan Budaya, Ibu-Ibu ‘Kepung’ Mall of Serang dengan Kebaya

- Sabtu, 11 April 2026

| 19:49 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Suasana Mall of Serang (MoS) mendadak berubah pada Sabtu (11/4/2026). Jika biasanya pengunjung disuguhi pemandangan gaya hidup urban, kali ini deretan ibu-ibu tampil anggun mengenakan kebaya, berjalan mengelilingi pusat perbelanjaan tersebut.

Aksi ini merupakan parade pelestarian budaya yang digagas untuk menghadirkan kebaya di ruang publik modern. Kehadiran para perempuan berkebaya di antara gerai-gerai ritel modern menjadi simbol kuat bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan tanpa harus saling meniadakan.

Ketua Umum Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Banten, Ratu Ina Nurul Ainayah, mengungkapkan bahwa gerakan ini adalah strategi agar kebaya tidak hanya menjadi pakaian “formal” yang disimpan untuk acara seremonial semata.

“Kebaya adalah identitas. Di dalamnya ada sejarah, nilai, dan jati diri perempuan Indonesia. Menghadirkan kebaya di mall adalah cara kita membawa budaya keluar dari batas seremoni dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Ratu Ina.

Ia juga mengajak generasi muda untuk mulai melirik kebaya sebagai bagian dari tren masa kini agar warisan budaya ini tidak lekang dimakan zaman. “Untuk perempuan Banten, mari kita cintai Indonesia dengan berkebaya,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, yang turut hadir dalam parade tersebut, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia.

Menurut Tinawati, semangat Kartini harus tetap hidup dalam diri setiap perempuan Banten, baik dalam peran keluarga maupun kontribusi pembangunan daerah, tanpa melupakan kearifan lokal.

“Parade budaya ini adalah wujud pelestarian sekaligus penghormatan terhadap perjuangan perempuan. Semoga semangat Kartini menginspirasi kita untuk menjadi perempuan yang tangguh, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” kata Tinawati.

Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat luas, sehingga kebaya ke depannya bisa menjadi bagian dari gaya hidup berbudaya yang relevan di tengah ruang publik modern.***

2