CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Kondisi tempat ibadah di Lingkungan Langon II, RT 02 RW 05, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, kian mengkhawatirkan. Musholla yang menjadi pusat aktivitas religi warga setempat itu kini dalam kondisi rusak parah, terutama pada bagian atap yang nyaris ambruk.
Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat Founder Komunitas Ayo Ngecat, Muhammad Sidiq, meninjau langsung lokasi tersebut pada Jumat (17/4/2026). Awalnya, komunitas sosial ini berniat memberikan bantuan pengecatan dekoratif, namun rencana itu urung dilakukan setelah melihat kerusakan struktur bangunan yang dinilai membahayakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kayu penyangga atap terlihat sudah lapuk dimakan usia. Plafon di beberapa sudut tampak jebol, sementara susunan genteng sudah tidak beraturan yang memicu kebocoran besar saat hujan melanda.
Tidak hanya ruang utama, area tempat wudhu pun tak luput dari kerusakan serius. Atapnya terbuka dan dinding belakang nampak lembap serta berlumut akibat rembesan air yang terus-menerus masuk ke pori-pori bangunan.
“Niat awal kami ke sini untuk melakukan aksi pengecatan agar musholla terlihat lebih rapi. Namun, setelah dilakukan pengecekan, ternyata masalah utamanya bukan pada estetika, melainkan keselamatan jemaah. Atapnya sudah sangat mengkhawatirkan dan butuh penanganan segera,” ujar Sidiq kepada media.
Sidiq menambahkan, meski dihantui rasa was-was akan keamanan bangunan, warga setempat tetap menggunakan musholla tersebut untuk salat berjemaah, pengajian anak-anak, serta kegiatan keagamaan lainnya.
Merespons hal itu, Komunitas Ayo Ngecat kini menggalang dukungan dari berbagai pihak. Mereka mengajak para dermawan, pelaku usaha di wilayah Pulomerak, hingga komunitas sosial lainnya untuk bahu-membahu mengumpulkan donasi guna renovasi total.
“Kami membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Ini adalah upaya bersama agar masyarakat Langon II bisa kembali beribadah dengan tenang tanpa perlu takut atap roboh,” pungkasnya.
Melalui gerakan gotong royong ini, diharapkan perbaikan atap dan fasilitas wudhu dapat segera terealisasi demi mengembalikan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan ibadah harian.***














