Selasa, 14 Juli 2026

Kurang Siswa Baru, SDN 04, 08, dan 16 Kota Serang Resmi Digabung Menjadi Satu

- Selasa, 14 Juli 2026

| 15:40 WIB

SDN 8 Kota Serang

SERANG, Bantenpro.co.id – Kebijakan merger atau penggabungan sekolah resmi diberlakukan pada SDN 04, SDN 08, dan SDN 16 Kota Serang. Langkah ini diambil menyusul penurunan jumlah siswa baru yang signifikan selama beberapa tahun terakhir.

Pasca-merger, ketiga sekolah tersebut kini disatukan dalam satu nomenklatur baru, yakni SDN 04 Kota Serang. Dampak dari penyatuan ini, tiga tenaga pendidik harus menjalani rotasi ke sekolah lain yang masih membutuhkan tambahan guru.

Kepala SDN 04 Kota Serang, Rena Komalasari, mengungkapkan bahwa rotasi dilakukan karena adanya pengurangan jumlah rombongan belajar (rombel) akibat efisiensi penyatuan sekolah.

“Untuk yang terdampak rotasi ada tiga guru. Hal ini terjadi karena pengurangan rombel. Misalnya, yang tadinya ada tiga kelas, setelah digabungkan menjadi dua kelas saja. Otomatis, satu guru harus dirotasi ke sekolah yang membutuhkan,” ujar Rena saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa ketiga sekolah ini memang berada dalam satu kompleks yang sama. Gedung SDN 04 berada di sisi kiri pintu masuk, SDN 08 di sisi kanan, sedangkan SDN 16 terletak tepat di belakang kedua gedung tersebut.

Rena menambahkan, rencana merger ini sebenarnya sudah diusulkan sejak tahun 2021. Penurunan jumlah peserta didik yang drastis, ditambah dengan wilayah perkampungan sekitar yang dinilai sudah tidak produktif dalam regenerasi usia sekolah, menjadi alasan utama penggabungan.

Setelah melalui penantian panjang, usulan tersebut akhirnya terealisasi pada tahun 2026 melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Serang yang ditandatangani pada 25 Juni 2026.

“Sejak 2021 kami sudah melihat jumlah murid makin turun. Kami sangat mendukung merger ini karena sekolah-sekolah ini memang berdampingan,” jelas Rena.

Kini, pihak sekolah tengah fokus melakukan sinkronisasi administrasi melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), baik untuk pendataan siswa maupun guru. Selain itu, masa transisi juga akan difokuskan pada penyatuan budaya belajar dan karakter siswa dari tiga latar belakang yang berbeda.

“Yang paling utama saat ini adalah menyatukan karakter siswa dan guru dari tiga sekolah. Itu tidak bisa dilakukan secara instan, namun akan kami lakukan secara bertahap agar tercipta efektivitas pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.***

2