Senin, 6 Juli 2026

Honda Banten Seleksi ‘Duta Keselamatan’ untuk Ajang Nasional

- Senin, 6 Juli 2026

| 14:56 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – PT Mitra Sendang Kemakmuran (MSK), Main Dealer Honda Banten, kembali menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui ajang Safety Riding Competition Regional 2026 yang digelar di Safety Riding Center Honda Banten, Sabtu (4/7/2026).

Ajang ini bukan sekadar kompetisi keterampilan mengendarai motor, melainkan proses seleksi ketat untuk mencari “Duta Keselamatan” yang akan mewakili Provinsi Banten di ajang Safety Riding Competition Nasional 2026 pada pertengahan Agustus mendatang.

Para peserta yang berasal dari jaringan dealer dan komunitas Honda di Banten harus melewati serangkaian penilaian berat. Mulai dari tes teori, kemampuan pengereman (braking), keseimbangan di papan sempit (narrow plank), hingga ketangkasan melewati rintangan (slalom course).

Manager Safety Riding PT MSK, Dadang Adi Saputro, menegaskan bahwa kualitas advisor adalah kunci utama dalam menanamkan budaya aman berkendara di masyarakat.

“Kami mencari sosok yang punya paket lengkap: pengetahuan mumpuni, keterampilan teknis, dan sikap berkendara yang patut dicontoh. Mereka adalah garda terdepan kami dalam menyebarkan edukasi keselamatan di lingkungan dealer maupun komunitas,” ujar Dadang di sela-sela kegiatan.

Daftar Juara yang Bakal Melenggang ke Nasional:
Kategori Dealer Safety Riding Advisor:

  1. Haryadi (KJM Sempu)
  2. Aminudin (KJM Ciceri)
  3. Muhamad Rafli
    Kategori Community Safety Riding Advisor Pria:
  4. Sahrul (CBR Owner Serang)
  5. Bimo (Honda ADV Banten Club)
  6. Arif (Honda CB150 StreetFire Club)
    Kategori Community Safety Riding Advisor Wanita:
  7. Feni (HVCI Rangkas)
  8. Iin (Honda PCX Indonesia Chapter Banten)

Para juara pertama dari masing-masing kategori kini tengah menjalani persiapan intensif untuk membawa nama baik Banten di kancah nasional. Melalui konsistensi pembinaan ini, Honda Banten berharap keselamatan berkendara bukan lagi dianggap sebagai kewajiban, melainkan gaya hidup bagi seluruh masyarakat Banten.***

2