Jumat, 24 Juli 2026

Persis Peduli Banten Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Pontang Legon

- Jumat, 24 Juli 2026

| 20:50 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih menghantam wilayah Kabupaten Serang. Menanggapi penderitaan warga, Persis Peduli Banten turun tangan dengan menyalurkan sebanyak 8.000 liter air bersih kepada warga Desa Pontang Legon yang terdampak parah kekeringan.

Bantuan air bersih ini disambut antusias oleh ratusan warga yang selama beberapa bulan terakhir harus berjibaku demi mendapatkan air layak pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Pemerintah Desa Pontang Legon turut mengapresiasi langkah cepat aksi sosial tersebut, lantaran dinilai sangat vital dalam menopang kebutuhan dasar warga seperti minum, memasak, hingga mandi.

Salah seorang warga setempat, Rohili (51), warga RT 01/RW 01 Desa Pontang Legon, blak-blakan mengungkapkan betapa berat beban hidup keluarganya sebelum adanya bantuan ini. Sebagai seorang buruh tani, ia harus merogoh kocek lebih dalam demi membeli air isi ulang demi menyambung hidup.

“Untuk lima galon air, kami harus mengeluarkan biaya sekitar Rp20.000. Hal tersebut tentu sangat memberatkan bagi saya yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan pas-pasan,” tutur Rohili kepada Bantenpro, Jumat (24/7/2026).

Rohili yang harus menanggung lima anggota keluarga di rumahnya menyebutkan bahwa penderitaan krisis air bersih ini sudah dirasakan selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Demi mendapatkan tetesan air bersih gratis, ia terpaksa harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter dari kediamannya.

“Mau tidak mau kebutuhan air harus tetap dipenuhi karena digunakan untuk memasak, minum, dan terkadang untuk mandi,” keluhnya.

Bagi Rohili dan warga sekitar, droping air bersih dari Persis Peduli Banten ini menjadi angin segar di tengah situasi yang kian mencekik. Ia berharap uluran tangan para dermawan tidak berhenti sampai di sini.

“Bantuan ini sangat membantu kami. Apabila dalam beberapa bulan ke depan hujan belum juga turun, tentu masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan air bersih dalam jumlah yang jauh lebih banyak,” ujarnya penuh harap.

Selain pasokan air bersih secara berkala, warga juga mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah maupun pihak swasta untuk membangun fasilitas penampungan air bersih permanen di wilayah mereka.

“Bantuan ini merupakan pertolongan nyata di tengah krisis air bersih yang kami alami. Keberadaannya sangat berarti bagi kami,” pungkas Rohili.***

2