Sabtu, 2 Mei 2026

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cigelam Mulai Kembangkan Peternakan dan Pertanian

- Kamis, 11 September 2025

| 10:05 WIB

Foto: Kondisi terkini pembangunan kandang ayam dan kandang sapi Bumdes Berkah Tani Cigelam. (Bantenpro.co.id/Abdul Rahman)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Tani di Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, mulai melakukan pengembangan usaha. Tahap awal, BUMDes yang dipimpin oleh Safitri ini sedang membangun kandang untuk ayam petelur dan sapi pedaging.

Lokasi peternakan tersebut berada di atas lahan seluas 39,25 m2 milik desa, tepatnya di Kampung Kegulon, RT 08 RW 05. Dalam pengelolaannya, Safitri bersama mitra kerjanya berencana mengelola 400 ekor ayam petelur, tiga ekor sapi pedaging, serta menanam jagung.

Safitri mengakui, BUMDes ini masih dalam tahap awal dan sangat membutuhkan bimbingan dari berbagai pihak. “Kami masih baru dan sangat perlu bimbingan. Saat ini kami dibantu dan dipantau oleh Kang Dono dari perangkat desa,” ujar Safitri pada Rabu (10/9/2025).

Menurut Safitri, seluruh dana BUMDes akan dikelola langsung oleh bendahara BUMDes Berkah Tani. Ia berharap, keberadaan BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat, dan membuka lapangan kerja baru.

“Kami berharap BUMDes ini bisa meningkatkan kemandirian desa dengan mengoptimalkan potensi lokal,” harapnya.

Terkait pemasaran, Safitri menjelaskan bahwa hasil panen, seperti telur, akan dipasok ke program MBG milik pemerintah. Selain itu, produk BUMDes Berkah Tani juga akan dipasarkan ke pasar tradisional terdekat.

Di lokasi pembangunan, Sekretaris Desa Cigelam, Dono, membenarkan bahwa lahan yang digunakan untuk peternakan ini adalah aset desa. Dono juga memastikan bahwa proses pengembangan BUMDes terus dipantau.

Sebagai informasi, BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan langsung dari kekayaan desa. BUMDes dikelola oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan. Tujuannya adalah agar desa menjadi lebih mandiri dan sejahtera.***