SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan oleh DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Banten Tahun Anggaran 2025. Komitmen ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandi, dalam rapat paripurna penyampaian dan penyerahan keputusan DPRD, Kamis (30/4/2026).
Dalam rekomendasi tersebut, tercatat terdapat 21 isu strategis yang menjadi catatan dan perhatian khusus untuk ditindaklanjuti. Isu-isu tersebut mencakup berbagai bidang vital, mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan.
“Kami akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD atas LKPj tahun anggaran 2025 ini dengan serius dan akan masuk ke dalam proses perencanaan serta penganggaran yang akan kami susun,” ujar Deden.
Deden juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, serta Panitia Khusus (Pansus) yang telah memberikan masukan, kritik, dan saran membangun selama proses pembahasan berlangsung.
Sementara itu, Pimpinan Pansus LKPj, Wawan Suhada, menambahkan bahwa pembahasan dilakukan secara mendalam, mulai dari kajian organisasi, diskusi dengan akademisi, hingga studi banding ke daerah lain guna mendapatkan gambaran yang komprehensif.
Secara umum, capaian kinerja tahun pertama pelaksanaan RPJMD di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah dinilai positif dan sejalan dengan visi Banten Maju, Adil, Merata, Tidak Korupsi.
Beberapa indikator utama menunjukkan peningkatan yang signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,25 poin, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 76,35 poin. Pertumbuhan ekonomi juga tercatat meningkat hingga 5,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,79 persen. Selain itu, angka pengangguran juga menunjukkan tren yang terus menurun.
“Hal itu menunjukkan taraf kehidupan masyarakat Banten terjadi peningkatan. Namun demikian, hal itu harus diimbangi dengan pemerataan pendidikan, kesehatan serta infrastruktur yang memadai,” tegas Wawan.***













