Jumat, 17 April 2026

Balita di Binuang Kabupaten Serang Tewas Masuk Sumur saat Bermain

- Minggu, 16 Maret 2025

| 22:08 WIB

Proses evakuasi balita di Binuang Kabupaten Serang tewas masuk sumur saat bermain. (Damkar Kabupaten Serang)

SERANG, BANTENRO.CO.ID – Seorang balita berusia 5 tahun meninggal dunia setelah masuk ke dalam sumur. Balita bernama Muhammad Furkon masuk ke dalam sumur sedalam 10 meter saat bermain.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Pasir Jambu, RT/RW 07/02, Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Minggu (16/3/2025).

Kasubbid Pencegahan dan Proteksi Kebakaran bidang Pemadam Kebakaran Pada BPBD Kabupaten Serang Hasan Basri mengatakan, tubuh balita tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi Kamsan (42) dan Buang (4) warga setempat sekira pukul 15.30 WIB.

BACA JUGA: Link Daftar Mudik Gratis PBNU 2025, Cek Persyaratannya

“Saat ini baru keangkat korbannya. Info sementara si anak sedang bermain dekat sumur lalu kecemplung,” ujar Hasan Basri saat dikonfirmasi Bantenpro.co.id.

Hasan menjelaskan, proses evakuasi korban dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Polsek Carenang Polres Serang, Pemadam Kebakaran Kabupaten Serang dan warga setempat.

“Penanganan/evakuasi korban kalau saya tadi telpon Pak Camat Binuang sekira pukul 16.00 WIB lewat. Proses evakuasi baru selesai sekarang pukul 21.00 WIB,” terang Hasan.

BACA JUGA: Rina Dewiyanti Buka Suara Soal Anggaran Rp1 Miliar Lebih Untuk Pakaian Dinas Gubernur Banten Terpilih

Hasan menjelaskan, lambatnya proses evakuasi korban lantaran kedalama sumur cukup dalam sekira 10 meter dan air di dalamnya harus disedot terlebih dahulu untuk memudahkan tim saat melakukan evakuasi.

“Karena terkendala korban balita yang masuk air sumur kedalaman airnya sekitar 4 meter jadi harus dikuras airnya dengan cara disedot pake mesin alkon,” katanya.

Guja mencegah kejadian serupa, Hasan mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan dengan menutup rapat lubang atau sumur yang berpotensi membahayakan balita.

‘Bagi orang tua agar terus waspada mengontrol putra putrinya saat bermain jangan sampai lengah dari pantauan orang tua, apalagi usianya masih balita tentu sangat perlu kontrol dan imbingan orang tuanya,” pungkasnya.***