JAKARTA, BANTENPRO.CO.ID – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menyoroti dinamika aksi mahasiswa yang belakangan ini marak menanggapi kebijakan pemerintah, terutama terkait fluktuasi nilai tukar rupiah dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BM PAN mencium adanya indikasi keterlibatan kekuatan politik yang ditengarai “menunggangi” gerakan mahasiswa tersebut. Hal ini dinilai berpotensi mencederai kemurnian perjuangan mahasiswa dan menimbulkan keresahan di ruang publik.
Sekretaris Dewan Kehormatan DPP BM PAN, Iswari Mukhtar, menegaskan agar semua kekuatan politik di Indonesia, termasuk partai-partai di DPR RI, untuk tetap konsisten dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kami sangat menyayangkan jika ada partai politik yang terlibat mendorong gerakan bernuansa tekanan politik terhadap pemerintah. Ini menciptakan ambiguitas di masyarakat. Konsistensi sikap politik sangat krusial demi menjaga stabilitas nasional,” ujar Iswari dalam siaran persnya, Jumat (19/6/2026).
Menurut Iswari, stabilitas politik merupakan prasyarat mutlak bagi keberhasilan pembangunan dan pencapaian target kesejahteraan rakyat. BM PAN menilai, pemerintah telah memberikan respons yang konstruktif dan memadai terhadap tuntutan mahasiswa.
“Dari sisi moneter, langkah otoritas telah berhasil memperkuat nilai tukar rupiah dan memperbaiki sentimen pasar, yang terlihat dari pergerakan positif IHSG. Sementara dari sisi fiskal, pemerintah tetap menjaga disiplin anggaran dengan defisit APBN di bawah 3% PDB,” jelasnya.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Iswari menyebut pemerintah secara aktif melakukan evaluasi dan penertiban terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai ketentuan.
Oleh karena itu, BM PAN mengajak seluruh elemen bangsa, baik partai politik di parlemen maupun luar parlemen, untuk mengedepankan objektivitas. Mengingat kondisi ekonomi nasional saat ini tengah menghadapi tantangan ketidakpastian global, iklim politik yang kondusif dianggap sebagai fondasi utama bagi kelancaran pembangunan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
“Mari kita kedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Stabilitas yang terjaga akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.***














