Jumat, 6 Maret 2026

BREAKING NEWS: NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Anggota DPR RI

- Minggu, 31 Agustus 2025

| 13:35 WIB

JAKARTA, BANTENPRO.CO.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI Fraksi Partai NasDem per 1 September 2025.

Keputusan ini diambil setelah pernyataan kontroversial keduanya yang dianggap menyinggung dan mencederai perasaan masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Hermawi F Taslim, dalam keterangan persnya pada Minggu (31/8), menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk komitmen partai untuk tetap mengedepankan aspirasi masyarakat.

“Dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari wakil rakyat, khususnya Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat,” ujar Hermawi.

“Hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” sambungnya.

Hermawi menambahkan bahwa dengan pertimbangan tersebut, DPP Partai NasDem memutuskan untuk menonaktifkan Sahroni dan Nafa terhitung sejak 1 September 2025.

Keputusan ini tidak lepas dari sorotan tajam yang diterima Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dalam sepekan terakhir. Keduanya menjadi sasaran kritik publik di tengah isu tunjangan rumah bagi anggota DPR yang kemudian berkembang menjadi desakan pembubaran DPR.

Sahroni, yang kini telah dimutasi dari Wakil Ketua Komisi III ke Komisi I, sebelumnya sempat menyebut desakan pembubaran DPR sebagai sikap “mental orang tolol”. Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik.

Senada dengan Sahroni, Nafa Urbach juga menuai kritikan pedas setelah sebuah video yang berisi dukungannya terhadap tunjangan rumah DPR beredar luas di media sosial.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni telah dimutasi dari Wakil Ketua Komisi III ke Komisi I dua hari sebelum pengumuman ini. Mutasi tersebut diduga kuat berkaitan dengan pernyataan kontroversialnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ahmad Sahroni maupun Nafa Urbach terkait penonaktifan mereka.***