Kamis, 21 Mei 2026

Bupati Serang Melayat Korban Rumah Ambrol di Ciruas, Minta Pendataan Ulang RTLH

- Sabtu, 7 Maret 2026

| 20:27 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengunjungi kediaman korban rumah ambrol di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, Sabtu (7/3/2026). Dalam kejadian tersebut, warga Umayah (46) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan rumahnya pada Kamis malam (5/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, sementara putranya Uktira (17) mengalami luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina.

Rumah roboh akibat kondisi bangunan tua dan rapuh, diperparah hujan deras. Menurut warga, struktur tembok dari bata lama dan bagian penyangga cor menggunakan kayu puluhan tahun yang sudah lapuk.

Bupati menyampaikan duka mendalam secara pribadi dan atas nama Pemkab Serang kepada keluarga korban. “Ini musibah, namun juga menjadi evaluasi untuk lebih detail melihat kondisi rumah warga, terutama yang tidak layak huni,” ujarnya.

Meski terlihat layak dari luar, struktur dalam rumah tersebut ternyata sudah rapuh. Bupati kemudian meminta pemerintah desa dan kecamatan melakukan pendataan ulang rumah tidak layak huni (RTLH) di Ciruas, dengan pemeriksaan menyeluruh ke dalam bangunan. Program bantuan RTLH akan diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia miskin, penyandang disabilitas, dan kepala keluarga perempuan kurang mampu.

Pemkab juga memastikan penanganan medis korban akan terus terjamin. Saat ini pengobatan menggunakan BPJS dari PT Nikomas (perusahaan tempat almarhumah bekerja), dan pemerintah akan menanggungnya jika nantinya tidak aktif.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Serang Okeu Oktaviana menyatakan hasil asesmen menunjukkan rumah merupakan bangunan lama dengan struktur tidak layak, menggunakan bata mentah dan perekat tanah liat. Pemkab berencana membangun kembali rumah tersebut melalui program RTLH dengan tipe 28 hingga 36 dan perkiraan anggaran sekitar Rp50 juta.

Ke depan, pendataan dan asesmen RTLH akan dilakukan lebih mendalam, terutama terhadap rumah tua di wilayah seperti Ciruas, Kragilan, dan Lebakwangi. Pemkab berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang.***