Senin, 1 Juni 2026

Dimyati Natakusumah Beberkan Strategi PKS: Fokus Konsolidasi Internal dan Rekonsiliasi Menuju 2029

- Sabtu, 6 Desember 2025

| 16:57 WIB

Ketua Dewan Pakar PKS Provinsi Banten, Dimyati Natakusumah

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Ketua Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dimyati Natakusumah, memaparkan peran strategis Dewan Pakar sebagai think tank partai dan langkah-langkah yang harus diambil PKS dalam jangka pendek dan panjang.

Dimyati menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah penguatan internal sebelum memasuki tahapan Pemilu 2029.

“Peran kami sebagai profesional dan think tank adalah memberikan sumbangsih pemikiran untuk rencana strategis ke depan, bagaimana partai ini dapat bermanfaat bagi orang banyak, terutama untuk agama, bangsa, dan negara,” ujar Dimyati usai dilantik sebagai Dewan pakar PKS dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), Rabu (6/12/2025).

Dimyati menyoroti bahwa PKS selalu menjadi partai terdepan dalam aksi kemanusiaan. “PKS ini kan selalu terdepan kalau terjadi bencana, earthquake, ada terjadi longsor. PKS biasanya tampil di sana karena PKS punya kader-kader, punya banyak pasukannya terkait,” katanya.

Tantangan politik ke depan, menurutnya, masih berada dalam fase maraton, belum memasuki fase sprint karena Pemilu baru akan berlangsung pada 2029. Oleh karena itu, strategi jangka pendek (short term) yang harus dilakukan PKS adalah:

“Konsolidasi dan Penguatan Internal, pejabat publik dan seluruh kader PKS diminta terus melakukan konsolidasi dan penguatan di lingkungan internal partai,” paparnya.

Pentingnya upaya rekonsiliasi agar tidak ada kader yang keluar. “Yang di luar kita tarik, yang di dalam bersatu kuat,” tegasnya, dengan harapan PKS tetap solid dan kuat.

Setelah fase penguatan internal selesai, PKS baru akan merancang rencana untuk pemenangan pada tahun 2029 (long term). Ini adalah goal yang ingin dicapai partai.

Dimyati juga memberikan pesan penting kepada para kader, terutama pengurus, untuk tidak menjadikan partai sebagai wadah mencari keuntungan pribadi.

“Jangan nanti di dalam malah ingin dapat apa, ingin dapat karena apa, malah menggerogoti pengurus, menggerogoti partai, jangan. Apa yang bisa disumbangsikan, apa yang bisa diberikan, apa yang bisa dikaryakan terutama untuk Banten, untuk daerah, dan untuk Indonesia dan agama,” tutup Dimyati.***

2