Senin, 1 Juni 2026

FKIK Untirta Kirim Tim Tanggap Bencana ke Aceh Tamiang, Targetkan Bantuan Medis dan Obat-obatan

- Jumat, 19 Desember 2025

| 14:14 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi melepas Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tanggap Bencana menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (18/12/2025).

Pelepasan tim kemanusiaan ini dilakukan langsung di Auditorium Gedung Student Center, Kampus Untirta Sindangsari, Kabupaten Serang. Langkah ini merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dekan FKIK Untirta, Dr. dr. Omat Rachmat, Sp.OT(K)Spine., menegaskan bahwa misi ini adalah bukti nyata kehadiran Untirta dalam merespons bencana nasional. Selain tenaga medis, tim juga membawa bantuan logistik kesehatan.

“Sebagai institusi pendidikan, kita harus hadir di tengah masyarakat. Saya berharap bantuan alat dan obat-obatan kesehatan bisa tersalurkan dengan baik dan tim dapat menjalankan tugas dengan lancar,” ujar dr. Omat.

Sementara itu, Kepala LPPM Untirta, Prof. Dr. Meutia, M.P., mengingatkan tim untuk menjaga kesiapan fisik dan mental di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menghormati adat istiadat setempat selama bertugas.

“Perlu memperhatikan kondisi di sana, misalnya pakaian jangan mencolok dan harus menyesuaikan dengan kultur lokal di Aceh. Administrasi penyaluran obat-obatan juga harus dipertanggungjawabkan dengan benar,” tegas Prof. Meutia.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untirta, Dr. Rusmana, Ir., M.P., berharap aksi kemanusiaan ini tidak berhenti sebagai gerakan sesaat. Ia mendorong adanya skema penelitian dan pengabdian masyarakat yang fokus pada mitigasi bencana secara berkelanjutan mulai Januari mendatang.

“Ke depan, kita buka skema khusus untuk antisipasi bencana, baik dari sisi penelitian maupun pengabdian, agar peran perguruan tinggi sebagai agen pembangunan sosial semakin kuat,” pungkasnya.

Program bertajuk “Melangkah Bersama untuk Kemanusiaan” ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa FKIK untuk mengaplikasikan ilmu medis dalam situasi darurat di lapangan.***

2