CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Aksi bersih-bersih yang digelar DPC Partai Gerindra Kota Cilegon tak berhenti di Pantai Mabak Merak. Di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan ke kawasan Djetty Medaksa Sebrang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Senin (16/2/2026).
Kegiatan tersebut masih dalam rangkaian program Indonesia Asri pada momentum HUT ke-18 partai. Kader partai bersama warga tampak menyisir bibir pantai dan area muara, mengumpulkan sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga yang menumpuk.
Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon, Helldy Agustian, mengatakan lokasi itu dipilih setelah menerima laporan dari kader terkait kondisi sampah yang cukup memprihatinkan.
“Kami mendapat informasi bahwa di Medaksa sampahnya cukup berserakan. Setelah dari Mabak, kami cek langsung ke sini dan memang volumenya cukup banyak,” ujar Helldy.
Menurutnya, kawasan Medaksa juga menjadi akses wisata menuju Pulomerak Besar dan Pulomerak Kecil, sehingga kebersihannya perlu dijaga.
“Setelah dibersihkan terlihat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah. Kami bahkan turun langsung hingga ke laut bersama kader dan warga,” katanya.

Helldy menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Indonesia Asri sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI serta Ketua DPD Gerindra Banten, Andra Soni. Ia berharap Pemkot Cilegon turut berperan aktif dalam penanganan sampah di wilayah pesisir.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Merak, Dicky Maulasyaf, menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap persoalan sampah di kawasan tersebut. Ia mengaku belum pernah ada koordinasi resmi terkait penanganan sampah di Djetty Medaksa.
“Belum pernah. Saya juga bingung harus lewat jalur mana kalau mau berkoordinasi dengan pemerintah,” katanya.
Menurut Dicky, persoalan sampah tak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia menilai kesadaran masyarakat menjadi kunci.
“Kalau masyarakatnya tidak peduli, percuma. Sungai atau laut itu bukan tempat sampah. Yang harus dibersihkan itu pola pikirnya,” tegasnya.
Ia menyebut sebagian besar sampah berasal dari aktivitas masyarakat dan kiriman dari hulu saat musim hujan. Terakhir kali, kata dia, peninjauan pemerintah dilakukan sebelum Pilkada dengan mendatangkan alat berat.
“Setelah itu tidak ada lagi. Dua hari lalu sempat dibersihkan, tapi hujan besar datang, sampah menumpuk lagi di muara,” jelasnya.
Dicky berharap pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi di lapangan dan menyusun langkah penanganan yang berkelanjutan.
“Semoga pemerintah segera turun langsung melihat kondisi sebenarnya,” pungkasnya.***














