SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pembangunan infrastruktur Jalan Kenari sepanjang 517 meter di Kota Serang akhirnya rampung. Menariknya, proyek ini tidak menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang, melainkan hasil kolaborasi melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT SBS.
Pembangunan tahap pertama ini menjadi bukti nyata inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam mengakselerasi perbaikan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Walikota Serang, Budi Rustandi, menjelaskan bahwa setelah tuntasnya ruas ini, Pemkot Serang telah merancang kelanjutan pembangunan dari titik jembatan menuju Jalan Raya Kasemen. “Rencananya akan kita eksekusi pada tahun anggaran 2027. Anggaran sudah kita susun bersama Dinas PUPR Kota Serang,” ujar Budi. Rabu (17/6/202).
Budi mengungkapkan, strategi menggandeng pihak swasta merupakan langkah taktis mengingat APBD Kota Serang tercatat sebagai yang terkecil di Provinsi Banten. Ia aktif melakukan lobi kepada perusahaan yang berinvestasi di wilayahnya agar turut berkontribusi bagi kemajuan infrastruktur.
“Langkah ini mendapat respons positif. Selain PT SBS, ada PT Harmoni, Rumah Sakit Fatima, hingga Perumahan Pakuwon yang ikut berkontribusi. Jika ditotal, nilai sumbangsih mereka sudah mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.
Untuk menjamin ketahanan infrastruktur, Pemkot Serang memilih metode betonisasi dibandingkan hotmix. Menurut Budi, betonisasi lebih awet untuk menahan beban kendaraan berat, seperti truk pengangkut hasil pertanian.
“Betonisasi menjadi prioritas agar jalan lebih awet. Hotmix hanya kita gunakan untuk penanganan darurat saja,” tegasnya
.
Terkait kondisi fisik jalan yang saat ini masih berupa lapisan dasar, pihak pengembang menjamin bahwa pengerjaan belum usai. “Ini baru tahap dasar. Nantinya akan dipasang rangka besi dan dilapisi kembali hingga mencapai ketebalan serta kekuatan standar,” terang pihak pengembang di lapangan.
Selain fokus pada badan jalan, Pemkot Serang juga merencanakan penambahan fasilitas penerangan jalan umum (PJU) serta pelebaran jembatan di sepanjang jalur tersebut. Budi pun memohon pengertian masyarakat di wilayah lain yang belum tersentuh pembangunan agar bersabar.
“Kami bergerak sesuai kemampuan. Kami terus berupaya maksimal menyelesaikan permasalahan infrastruktur, namun dukungan dan kerja sama masyarakat dalam menjaga fasilitas yang sudah dibangun sangat kami harapkan,” tutupnya.***














