Kamis, 16 April 2026

Kepala Sekolah Klaim Kasus Bullying SMPN 19 Beres, Keluarga Korban: Sekolah Lepas Tangan!

- Senin, 10 November 2025

| 20:41 WIB

TANGSEL, BANTENPRO.CO.ID – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa siswa kelas VII SMP Negeri 19 Tangsel, MH (13), memicu klaim berbeda antara pihak sekolah dan keluarga korban. MH kini dirawat intensif akibat luka di kepala.

Kepala Sekolah SMPN 19 Tangsel, Firda, mengklaim pihak sekolah telah memediasi kasus tersebut dan menganggap persoalan sudah selesai secara kekeluargaan. Namun, klaim itu dibantah keras oleh keluarga korban yang menilai sekolah tidak menunjukkan empati.

Firda menjelaskan, kejadian dugaan bullying itu terjadi di dalam kelas saat jam istirahat, di mana korban disebut “dijedotin ke bangku.” Setelah insiden, korban sempat terlihat baik-baik saja dan kembali mengikuti pelajaran.

“Kami bantu menjembatani. Kedua belah pihak sepakat, dan tertuang dalam surat pernyataan orang tua pelaku yang menyanggupi biaya pengobatan untuk mata dan kepala korban. Jadi kami anggap sudah selesai, sekolah sudah membantu memediasi,” ujar Firda, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, sekolah telah melakukan langkah sesuai prosedur, termasuk melibatkan guru BK dan menyarankan korban untuk sementara belajar dari rumah. Firda juga menduga insiden itu hanya “bercanda yang kelewatan” mengingat tempat duduk korban dan terduga pelaku yang bersebelahan.

“Sudah banyak komunikasi dengan BK, sudah ngobrol kedua belah pihak, dan semuanya sudah tertuang di surat pernyataan. Jadi tidak ada miss komunikasi, sudah sesuai tahapan di sekolah,” tegasnya.

Klaim sekolah yang menganggap kasus selesai dibantah paman korban, Budiyanto (41). Ia menyayangkan sikap pihak sekolah yang dinilai minim empati dan perhatian terhadap kondisi MH yang memburuk.

“Sekolah cuma datang dua hari setelah kejadian. Baru datang lagi sekarang (Senin 10 November 2025). Pihak sekolah ke mana, padahal kami berharap,” ujar Budiyanto dengan nada kecewa.

Budiyanto menuding pihak sekolah lepas tangan dan tidak mau bertanggung jawab penuh atas masalah yang menimpa keponakannya.

“Pihak sekolah lepas tangan, tidak mau tanggung jawab sama masalah ini. Kami cuma ingin ada perhatian buat anak kami yang sekarang masih dirawat,” katanya.

Keluarga korban berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan instansi terkait, turun tangan secara serius untuk memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan adil, terutama terkait biaya pengobatan yang besar dan evaluasi pengawasan sekolah.***