SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dampak fenomena kemarau panjang mulai dirasakan oleh masyarakat di Kota Serang. Minimnya intensitas curah hujan selama lebih dari satu bulan terakhir menyebabkan debit air di sejumlah sumber air alami mengalami penurunan drastis, salah satunya pada Danau Situ Ciwaka yang berlokasi di Kelurahan Pangampelan, Kecamatan Walantaka.
Pantauan di lokasi pada Selasa (16/06/2026), permukaan air danau yang biasanya terisi penuh kini menyusut signifikan hingga menyisakan hamparan lumpur. Kondisi ini dimanfaatkan oleh puluhan warga setempat untuk menangkap ikan yang terjebak di area dangkal.
Dengan berbekal peralatan seadanya seperti jaring tangan, ember, hingga menangkap dengan tangan kosong, warga dari berbagai usia antusias berburu ikan di tengah lumpur.
Salah seorang warga setempat, Asep, mengungkapkan bahwa fenomena surutnya Danau Situ Ciwaka merupakan peristiwa musiman setiap kali musim kemarau tiba. Namun, tahun ini dampak kekeringan terasa lebih intens.
“Sudah lebih dari sebulan tidak ada hujan yang berarti. Danau terus menyusut dan saat ini kondisinya sangat dangkal. Biasanya kami hanya memancing, namun sekarang harus turun langsung ke lumpur. Meski begitu, masyarakat cukup terbantu untuk pemenuhan kebutuhan pangan harian,” ujar Asep.
Di sisi lain, kekhawatiran mulai muncul di kalangan masyarakat terkait ketersediaan air. Warga bernama Dulatif menuturkan bahwa kemudahan mendapatkan ikan tidak sebanding dengan kecemasan akan potensi krisis air bersih.
“Di satu sisi warga terbantu karena ikan mudah didapat. Namun, kami juga khawatir. Jika hujan tidak segera turun, dikhawatirkan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari akan benar-benar habis,” jelasnya.
Aktivitas perburuan ikan tersebut diprediksi akan terus berlangsung selama danau belum mengering sepenuhnya atau hingga hujan kembali turun. Fenomena ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah terkait potensi krisis air di wilayah tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera mengambil langkah antisipasi strategis guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat agar dampak kemarau tidak meluas.***














