Sabtu, 18 April 2026

Lawan Kotak Kosong, Embay Mulya Syarief; Kalah, Menang Pun Tetap Tak Bermartabat 

- Senin, 22 Juli 2024

| 21:05 WIB

Ketua Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Embay Mulya Syarief

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dari beberapa sosok yang muncul di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten tahun 2024. Saat ini baru ada satu Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yakni Andra Soni-Dimyati Natakusuma.

Menanggapi hal ini Tokoh Banten yang juga Ketua Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Embay Mulya Syarief, berharap pesta demokrasi tahun 2024 di Provinsi Banten tidak ada calon yang melawan kotak kosong.

“Kita masyarakat Banten antusias mudah-mudahan dari Pilkada yang di laksanakan secara Demokratis dan bermartabat artinya diharapkan semakin baik, Kemudian jangan sampai saja ada Pilkada baik Gubernur atau Walikota maupun Bupati yang tidak ada calonnya,” ujar Embay Mulya Syarief, Senin 22 Juli 2024.

“Bertanding dengan benda, ya apa saja namanya (kotak kosong). Kan harusnya berkompetisi dengan sesama  manusia. Jangankan kalau Nauzubillahiminzalik kalah, menang pun tetap tak bermartabat kalau diadunya sama  kotak misalnya begitu,” sambungnya.

Lanjut Embay Mulya Syarief berharap di Pilkada Banten bisa dilaksanakan secara elegan sehingga menjadi pendidikan politik kepada masyarakat agar masyarakat Banten makin memahami politik.

“Jangan sampai si calon itu dibuat tidak bermanfaat, karena tidak bertanding dengan sesama manusia biasanya,” tuturnya.

Embay berharap Pilkada delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten tahun 2024 mendatang tidak ada kotak kosong yang dinilai sangat tidak bermartabat. 

“Sejauh ini sih banyak yang ngomong begitu ke saya, kata saya kalau seperti itu  baiknya mah jangan sampai,” ungkapnya. 

“Masa manusia diadu dengan kotak, kan tidak bermartabat namanya, tidak memartabatkan manusia kalau manusia diadu dengan kotak,” ulangnya.

Karenanya, tidak ada kata lain selain harus ada pasangan calon yang berkompetisi.“Kan ada partai berapa. Yang satu  koalisi berapa, yang satu lagi koalisinya berapa, artinya parpol dan gabungan parpol,” tutupnya. ***