SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran dalam APBD. Targetnya, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dipatok pada angka nol rupiah sebagai indikator efisiensi dan ketepatan sasaran pembangunan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Imam Rana, memaparkan rincian postur anggaran yang menunjukkan keseimbangan antara pendapatan dan belanja.
Berdasarkan data yang dihimpun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tercatat sebesar Rp1.565.516.166.866. Sementara itu, Belanja Daerah dialokasikan sebesar Rp1.615.330.339.628, yang memicu terjadinya defisit anggaran sebesar Rp49.814.172.762.
“Pada penetapan APBD, semua anggaran harus berimbang sehingga defisitnya nol. SiLPA tahun sebelumnya kita gunakan sebagai penutup pembiayaan agar anggaran kita tetap balance,” ujar Imam Rana kepada awak media di gedung DPRD Kota Serang, Selasa (30/12/2025).
Ia merinci, penerimaan pembiayaan tercatat sebesar Rp60.314.172.762, dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp10.500.000.000. Dari hasil tersebut, diperoleh pembiayaan netto sebesar Rp49.814.172.762 yang secara otomatis menyeimbangkan neraca anggaran hingga SiLPA berada di angka nihil.
Menurut Imam, SiLPA yang mendekati nol menunjukkan bahwa target-target yang telah direncanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat tercapai sesuai dengan proyeksi awal. “Artinya, target yang direncanakan terealisasi dengan baik,” tambahnya.
Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan bahwa postur anggaran yang presisi ini merupakan komitmen kepemimpinan Budi-Agis dalam memastikan setiap rupiah uang rakyat terserap maksimal untuk kepentingan publik.
“SiLPA yang mengecil hingga nol rupiah adalah indikator bahwa apa yang direncanakan benar-benar terealisasi. Ini bukan sekadar angka, tapi komitmen agar anggaran tidak mengendap di kas daerah, melainkan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas Agis.
Agis menambahkan, dengan anggaran yang balance dan serapan yang tinggi, program-program strategis seperti infrastruktur dan layanan sosial dapat berjalan sesuai jadwal. “Kami ingin memastikan APBD Kota Serang ini benar-benar menjadi APBD-nya masyarakat,” pungkasnya.***
















