SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, secara resmi menandatangani Keputusan Wali Kota (Kepwal) nomor 167 Tahun 2025 tentang pembebasan biaya sewa Rusunawa Margaluyu dan Kaujon.
Kebijakan ini berlaku khusus bagi warga Sukadana 1, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, yang terdampak normalisasi Pembuangan Sungai Cibanten.
Kepwal yang diteken Budi Rustandi pada 30 Juni 2025 ini membebaskan biaya sewa selama satu tahun, mulai Juli 2025 hingga 30 Juni 2026. Biaya yang timbul dari kebijakan ini akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang.
Sebelumnya, perwakilan warga Sukadana 1 telah melakukan audiensi dengan Wali Kota Serang pada Senin (7/7/2025) untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana relokasi dan penggusuran permukiman di bantaran Kali Cibanten.
Dalam pertemuan tersebut, warga juga mengajukan permintaan uang kerohiman sebesar Rp5 juta per Kepala Keluarga (KK) untuk 244 KK yang terdampak. Pemkot Serang menyetujui permintaan ini dan berencana mencairkan uang kerohiman mulai awal September, paling lambat akhir Oktober 2025.
Budi Rustandi berharap masyarakat Sukadana tidak lagi terpengaruh oleh provokator. Ia menegaskan bahwa normalisasi sungai adalah untuk kepentingan bersama dan mencegah bencana banjir. “Ini untuk kemaslahatan semua, kalau tidak dinormalisasi air akan balik lagi ke Warung Jaud seperti kejadian banjir awal pertama,” ujar Budi.
Ia juga menyoroti pentingnya akses bagi alat berat untuk normalisasi guna menghindari dampak banjir yang meluas.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, sebelumnya menyebutkan bahwa sebagian warga bersedia pindah ke Rusunawa, sementara yang lain memilih menyewa secara mandiri. Pemkot Serang berkomitmen membantu proses relokasi, termasuk penyediaan transportasi menuju Rusunawa.
Selain itu, Pemkot Serang juga akan meresmikan Koperasi Merah Putih pada Sabtu, 12 Juli 2025, yang kini memiliki 67 unit berbadan hukum. Wahyu Nurjamil mengakui bahwa pekerjaan rumah terberat adalah pembinaan, pendampingan, dan pengawasan agar koperasi ini berhasil.
“Kita akan launching Koperasi Merah Putih Insya Allah tanggal 12 Juli 2025,” kata Wahyu.***














