Sabtu, 18 April 2026

Pesta Miras Berujung Bentrok di Stadion Maulana Yusuf, Disparpora Kota Serang Buka Suara

- Rabu, 8 April 2026

| 17:21 WIB

Gambar ilustrasi dua orang berantem di depan SPBU (FOTO: BANTENPRO.CO.ID)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kawasan Stadion Maulana Yusuf (MY) Ciceri, Kota Serang, mendadak mencekam setelah aksi pesta minuman keras (miras) oleh sekelompok orang berujung pada bentrokan fisik dengan petugas Satuan Tugas (Satgas) setempat.

Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut kini tengah menjadi sorotan, menyusul adanya laporan dugaan penganiayaan oleh oknum petugas. Namun, pihak Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri.

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, menjelaskan bahwa insiden bermula saat petugas mencoba menegur sekelompok orang yang tengah berpesta miras. Bukannya kooperatif, para pelaku yang dalam kondisi mabuk berat justru memberikan respons agresif.

“Orang mabuk, pesta miras, ditegur malah menyerang. Maka muncul pembelaan diri dari petugas kami. Jadi itu dilakukan secara spontan sebenarnya,” ujar Zeka saat memberikan keterangan, Selasa (7/4/2026).

Zeka membeberkan, berdasarkan bukti rekaman video yang dikantongi pihaknya, kelompok tersebut tidak hanya menenggak miras, tetapi juga melakukan tindakan tidak etis dengan bertelanjang dada sambil berteriak-teriak di ruang publik.

“Kenapa bisa terjadi pertengkaran? Itu karena ada orang yang mabuk sambil bertelanjang dan teriak-teriak. Petugas menegur, mereka tidak terima dan menyerang. Petugas spontan melawan,” tegasnya.

Ia menyayangkan adanya narasi pemberitaan yang hanya menyudutkan petugas dengan fokus pada aspek penganiayaan tanpa melihat pemicu utamanya. Menurutnya, publik harus melihat kasus ini secara utuh berdasarkan hukum sebab-akibat.

“Harus ditarik benang merahnya. Jangan penganiayaannya yang dikedepankan, tapi lebih kepada efek kenapa bisa begini. Karena di sana ada pesta miras di kawasan stadion,” tambah Zeka.

Terkait laporan kepolisian yang dilayangkan pihak lawan terhadap petugas Disparpora, Zeka menyatakan akan menghormati proses hukum yang berjalan. Pihaknya juga memastikan akan memberikan pendampingan bagi petugas yang saat itu sedang menjalankan tugas kedinasan.

Disparpora telah mengamankan bukti video pesta miras tersebut sebagai bukti kuat bahwa tindakan petugas dipicu oleh gangguan ketertiban umum dan ancaman fisik di lapangan.

“Untuk ranah hukum, itu sudah ada ketentuan dari pihak Kepolisian. Tapi kami punya bukti video sebelum kejadian itu terjadi,” pungkasnya.***