SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kawasan Royal di Kota Serang ditargetkan menjadi destinasi wisata on the trip dengan konsep estetika dan kenyamanan publik, mengambil inspirasi dari Jalan Braga di Bandung dan Jalan Tunjungan di Surabaya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengungkapkan bahwa kawasan Royal memiliki identitas sejarah yang kuat sebagai pusat perdagangan, dengan adanya Kalanugra, Hododroma, hingga Bioskop Merdeka dan Krakatau sejak tahun 60-an.
“Royal ini sudah terbentuk sebagai kawasan perdagangan. Secara tematik, kita terinspirasi dari Jalan Braga yang ada di Kota Bandung, juga terinspirasi dari Jalan Tunjungan yang ada di Surabaya. Ke depan konsepnya akan seperti ini, sehingga nanti ini akan menjadi destinasi wisata on the trip yang ada di Kota Serang,” jelas Wahyu Nurjamil, saat memaparkan konsep kepada para pedagang di pasar royal, Rabu (15/10/2025).
Wahyu Nurjamil menyatakan bahwa Pemkot Serang telah memberikan dukungan nyata melalui pembangunan infrastruktur yang diharapkan berdampak langsung pada kegiatan ekonomi masyarakat dan pemilik toko di kawasan Royal.
“Dukungan pemerintah yang nyata. Pak Wali Kota sekarang ini mencoba untuk mengaplikasikan bahwa infrastruktur yang akan dibangun. Ini betul-betul akan berdampak kepada kegiatan ekonomi masyarakatnya,” katanya.
Namun, Wahyu mengakui adanya kelemahan, yaitu tantangan kolaborasi dalam mengubah atau menambah aktivitas ekonomi baru bagi pemilik ruko dengan konsep yang lebih kekinian.
“Kita harus sama-sama berkolaborasi dalam mengubah atau menambah aktivitas ekonomi baru bagi pemilik ruko dengan konsep yang kekinian,” ujarnya.
Meskipun demikian, tanda-tanda perubahan sudah mulai terlihat. Ia memberi contoh, beberapa ruko yang semula kosong kini sudah dikontrakkan untuk kafe, menunjukkan mulai tumbuhnya rasa percaya diri investor terhadap rencana revitalisasi ini.
DinkopUKMPerindag mendorong pemilik toko untuk beradaptasi dengan menghadirkan aktivitas ekonomi baru yang menarik wisatawan, seperti:
- Kopi Tiam dan Kedai Kopi.
- Kedai Es Krim Gelato.
- Fotobox.
- Restoran kuliner (Korean food, Padang food, Jepang, dsb.).
- Kafe yang nyaman.
- Upgrade hotel dan investasi bioskop (seperti dulu ada Bioskop Merdeka).
- Tempat pakaian atau clothing.
Wahyu Nurjamil menyebut, kata kunci keberhasilan penataan Royal adalah kolaborasi semua pihak seperti pemerintah, masyarakat, dan pemilik toko serta perubahan pada estetika.
“Kata kuncinya keberhasilan nanti di Royal ini adalah mengubah fasad bangunan dan interior toko lebih berwarna dan terang untuk meningkatkan daya tarik konsumen dan pengunjung. Sehingga ketika masuk Royal itu, dia fasadnya sudah menemukan fasad yang baru,” tutupnya.***












