Sabtu, 4 April 2026

Sinergi BI, DJPb, dan OJK: Kunci Menjaga “Otot” Ekonomi Banten Tetap Kuat di 2026

- Kamis, 12 Februari 2026

| 18:28 WIB

TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Momentum pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten yang impresif sepanjang tahun 2025 menjadi modal besar menyongsong tahun 2026. Guna menjaga tren positif tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten memperkuat sinergi lintas otoritas melalui forum Taklimat Media bertajuk “Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Banten Melalui Sinergi Moneter, Fiskal, dan Sektor Keuangan”.

Acara yang digelar di Jalarasa, The Breeze BSD, Kamis (12/2/2026) ini menghadirkan tiga pilar utama stabilitas ekonomi daerah: Bank Indonesia, Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Banten, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten.

Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza M. Moesa mengungkapkan, ekonomi Banten tahun 2025 tumbuh solid di angka 5,37 persen (yoy). Angka ini tidak hanya lebih tinggi dari tahun sebelumnya, tetapi juga sukses melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.

“Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga serta akselerasi investasi yang luar biasa di sektor industri pengolahan,” ujar Ameriza.

Catatan gemilang terlihat pada sektor investasi (PMTB) yang tumbuh 5,15 persen (yoy). Realisasi investasi Banten tahun 2025 menembus angka Rp130,2 triliun atau mencapai 109 persen dari target RKPD. Capaian ini menempatkan Banten sebagai juara keempat nasional dalam realisasi investasi.

Tak hanya jago kandang, kinerja ekspor Banten juga tumbuh positif 11,27 persen (yoy), terutama didorong oleh produk alas kaki dan kimia yang tetap diminati pasar global meskipun kondisi dunia penuh ketidakpastian.

Dari sisi kebijakan fiskal, Kanwil DJPb Banten memaparkan peran belanja negara sebagai shock absorber atau penahan benturan ekonomi. Hingga akhir tahun, realisasi belanja negara di Banten mencapai Rp27,90 triliun.

“Fokus kami adalah pembangunan infrastruktur, penguatan SDM, dan perlindungan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil,” tulis pihak DJPb dalam laporannya.

Senada dengan itu, OJK Banten melaporkan kondisi perbankan yang tetap prima. Kredit bank umum tercatat mencapai Rp220,06 triliun per Desember 2025. Meski kredit tumbuh, profil risiko tetap terjaga dengan angka NPL Gross di level 3,05 persen, yang menunjukkan penyaluran kredit masih dalam koridor aman.

Forum ini menegaskan bahwa kunci keberhasilan ekonomi Banten ke depan adalah konvergensi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor jasa keuangan. Dengan sinergi yang harmonis, tantangan global di tahun 2026 optimis bisa diredam.

“Dukungan media juga krusial untuk menyampaikan informasi yang kredibel agar pelaku usaha dan masyarakat tetap optimis,” tutup Ameriza.***