Selasa, 3 Maret 2026

Strategi Nataru Kota Serang: Mobil Tubagus Gratis untuk Turis, Hotel Dilarang Jual International Food

- Rabu, 3 Desember 2025

| 15:28 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) bergerak cepat mempersiapkan sektor wisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berbagai strategi disiapkan, mulai dari keamanan, mobilisasi gratis, hingga sajian kuliner khas daerah.

Plt. Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, menyampaikan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan untuk menyambut wisatawan.

“Alhamdulillah kami kemarin sudah merapatkan di Serang Kota San terkait wisata-wisata. Kami akan mempersiapkan Nataru ini dengan baik. Kota Serang akan menjadi tuan rumah yang baik, bukan saja soal wisata religi tapi juga wisata air dan wisata alam,” ujar Zeka Bachdi, Rabu (3/12/2025).

Untuk meningkatkan pelayanan mobilitas, Disparpora telah menyiapkan fasilitas khusus untuk wisatawan, seperti mobil pelayanan wisata ini akan distandby-kan di hotel-hotel.

“Kita sudah kasihkan nomornya. Mobil Tubagus itu akan jalan, walaupun wisatawan itu cuma satu orang, selama wisatawan ingin melihat wisata Kota Serang,” jelasnya.

Guna menghidupkan suasana liburan, panggung wisata akan didirikan di Tourist Information Center (TIC) mulai 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

“Penampilan seni budaya seperti debus, marawis, dan lain-lain akan digelar setiap Sabtu dan Minggu sore. Program ini bahkan sudah dimulai sejak Sabtu lalu dan akan berlanjut penuh hingga tahun 2026,” tegasnya.

Menu hotel wajib tradisional, Zeka Bachdi juga meminta seluruh hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mengubah menu saat Nataru.

“Kita meminta kepada hotel-hotel PAHR untuk mempersiapkan menu-menu masakannya, tidak international food, tapi lebih kepada tradisional food Kota Serang,” tegasnya.

Disparpora siap menjembatani kerjasama antara hotel dengan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) lokal untuk penyediaan menu khas tersebut.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama di destinasi air, pengamanan ditingkatkan.

“Yang ramai ini banyak dari data-data sebelumnya, kemungkinan memang banyak di wisata air, seperti kolam renang dan waterboom. Kami minta pelaku usaha untuk menambah lagi pasukannya untuk pengamanan, parkir, dan kenyamanan. Terutama untuk penyelamat, kalau hal-hal yang tidak diinginkan dalam wisata air ini kita akan jaga,” paparnya.

Meskipun sebagian besar wisata di Kota Serang masih berbasis masyarakat, Disparpora optimistis Penerimaan Asli Daerah (PAD) akan meningkat signifikan.

“Kalau target PAD-nya karena wisata kita masih wisata berbasis masyarakat, tentunya memang kita tidak berharap (target tinggi) itu. Tapi dari potensi-potensi retribusi itu harapannya kita dapat dari sana. Retribusi parkirnya, masuknya, makan minumnya jelas pasti akan meningkat,” kata Zeka Bachdi, mencontohkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, saat ini dominasi wisatawan masih seputaran Provinsi Banten, seperti dari Kabupaten Serang atau Lebak. Namun, pelayanan terbaik akan diberikan kepada semua pengunjung, termasuk yang hanya singgah (transit) di Kota Serang sebelum menuju daerah lain seperti Pandeglang atau Rangkas.***