SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prajogo, angkat bicara mengenai hebohnya isu calon siswa “titipan” pada seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di salah satu SMA Negeri di Kota Cilegon.
Budi menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa insiden tersebut murni didasari niat membantu wali murid kurang mampu.
“Dari dasar hati yang paling dalam, saya mohon maaf atas kejadian yang sempat viral tersebut,” kata Budi pada Selasa (1/7/2025).
Menurut Budi, tidak ada intervensi sedikit pun kepada pihak sekolah. Ia menjelaskan, memo tersebut berawal dari permintaan salah seorang staf di DPRD Banten yang mewakili wali murid kurang mampu, meminta bantuan untuk anaknya.
“Saya hanya sekadar ingin membantu ala kadarnya, tanpa ada intervensi maupun komunikasi dengan pihak sekolah,” ujar Budi.
Ia menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kewenangan penerimaan siswa didik baru kepada sekolah. “Adapun diterima tidaknya, saya serahkan semua kepada pihak sekolah tanpa ada intervensi apa pun,” tegasnya.
Belakangan diketahui, nama siswa yang tercantum dalam memo Budi Prajogo itu tidak lolos dalam SPMB tahun ajaran 2025/2026 di sekolah yang dituju.
Budi menyatakan, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membubuhkan tanda tangannya.***














