SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Ratusan warga Sukadana 1, Kecamatan Kasemen, Kota Serang datangi kantor Kecamatan, untuk menolak pembongkaran pemukiman di sepanjang sungai anak Cibanten, pada Rabu 16 April 2025.
Hasuri warga kampung sukadana 1 Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen mengatakan bahwa, warga sekitar menolak keras jika dipindahkan ke rumah susun, Kampung Kendal, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
“Wacana di bongkor pindah ke rumah susun, kita juga tidak tahu rumah susun seperti apa tidak semua masyarakat diskitar mau di pindah. Jangan jadi permasalah Sukadana itu, karena sebelumnya juga sudah banjir tidak ada masalah Sukadana,” kata Hasuri kepada wartawan di kantor Kecamatan, Rabu 16 April 2025.
Ia mengaku telah tinggal di tinggal di wilayah tersebut sejak tahun 1970, dimana sebelum adanya pemukiman warga sekitar bantaran, sungai anak Cibanten sering terjadi banjir.
“Sejak tahun 1970 tinggal di sekitar kali itu. Saya sangat tidak setuju, tidak ada kompensasi juga dari pemerintah cuma pemberitahuan untuk pindah ke rumah susun. Kami juga tidak nyaman kalau tinggal di rumah susun,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah Kota Serang untuk memberikan solusi untuk mengadakan lahan sekitar kampung sukadana 1 untuk para warga yang terdampak normalisasi sungai anak Cibanten.
“Kalau mau bantu warga harusnya pemerintah berikan tanah diwilayah sukadana, supaya kota tidak jauh kalau direlokasi,” harapnya.
Sebelumnya Wali Kota Serang Budi Rustandi telah melakukan pemantauan normalisasi kali anak Cibanten, pada Selasa 25 April 2025.
Dalam pemantauan tersebut Budi Rustandi mengatakan akan melakukan pembongkaran 224 rumah di sepanjang bantaran sungai di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.***













