Selasa, 28 April 2026

Wirausaha Muda sebagai Solusi Pengangguran, Pemerintah Banten Uji Jalan Pintas?

- Senin, 30 Juni 2025

| 15:37 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi tim Indonesia Muda Preneur Academy di Pendopo KP3B, Kota Serang, Senin (30/6). Agenda pertemuan menyoroti isu pengangguran muda yang masih tinggi di provinsi tersebut, fenomena yang sejak lama menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Andra menyambut baik inisiatif Indonesia Muda Preneur Academy yang menyasar lulusan SMA/SMK dan santri yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Ia berharap program ini dapat menekan angka pengangguran yang, menurut data Badan Pusat Statistik 2024, mencapai 19,3 persen untuk kelompok usia 15-24 tahun lebih tinggi dari rerata nasional.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya program ini angka pengangguran di Banten bisa ditekan,” ujar Andra, yang juga mengaitkan tingginya pengangguran dengan potensi meningkatnya kriminalitas akibat kemiskinan.

Namun solusi berbasis pelatihan wirausaha semacam ini bukan tanpa catatan. Pemerintah kerap menggunakan pendekatan entrepreneurship sebagai jalan pintas untuk mengatasi pengangguran struktural, tanpa membenahi akar masalah seperti minimnya akses pendidikan berkualitas, rendahnya penyerapan industri lokal, dan tidak meratanya pembangunan infrastruktur ekonomi.

Andra menegaskan pentingnya kewirausahaan dalam pembangunan sumber daya manusia. “Masih banyak warga Banten yang belum tergali potensinya karena keterbatasan produktivitas,” ujarnya.

Ia juga menilai pendekatan pelatihan usaha dapat membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi.

Program Indonesia Muda Preneur Academy yang dipaparkan oleh pendirinya, M. Irfan, mengklaim menawarkan lebih dari sekadar pelatihan. Peserta akan didampingi oleh praktisi industri untuk membangun merek, mengenal pasar, hingga memasarkan produk.

“Kami ingin mereka bukan hanya pencari kerja, tapi pencipta lapangan kerja,” kata Irfan, yang juga menggagas Banten Creative Festival.

Program ini direncanakan melibatkan 30 sekolah di seluruh kabupaten/kota di Banten dan menyasar pelajar tingkat akhir serta alumni muda. Irfan menyebut langkah ini sebagai bagian dari gerakan nasional untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era ekonomi digital.

“Program ini juga ditargetkan menjangkau kota-kota besar lainya seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar, sebagai bagian dari gerakan nasional pembangunan generasi muda produktif,” tegasnya.***