SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengungkapkan rencana ambisiusnya untuk merevitalisasi Pasar Induk Rau. Proyek pembangunan ini akan dimulai dari nol dengan konsep pasar modern yang bersih dan nyaman.
Hal ini diungkapkan Budi Rustandi, sudah sejalan dengan keinginan para pedagang dan masyarakat yang telah lama mengeluhkan kondisi pasar saat ini.
Dalam paparannya, Wali Kota Budi Rustandi menegaskan bahwa ia menolak untuk sekadar merenovasi bangunan lama. “Saya tidak mau bangunan lama, takutnya bahaya. Saya ingin dari nol dibangun sesuai dengan konsep,” ujar Budi kepada awak media, Selasa 12 Agustus 2025.
Konsep pasar yang diidamkan Budi Rustandi adalah pasar yang dikelola langsung oleh pemerintah, dengan standar kebersihan yang tinggi.
Ia memberikan contoh spesifik mengenai tata kelola kebersihan yang akan diterapkan. “Penjual ayam tidak boleh lagi menyabuti ayam di tempat jualannya, harus dibawa ke pasar dalam kondisi sudah bersih. Kemudian penjual bawang juga bawangnya sudah bersih jualannya. Konsepnya nanti bersih banget,” jelasnya.
Wali Kota juga menyoroti bahwa pembangunan ini merupakan aspirasi bersama, bukan hanya keinginannya pribadi. “Keinginan membangun ini bukan hanya saya, tapi mereka yang ingin membangun dari mereka sendiri yang semangat. Komplainnya ke saya waktu jadi Wakil Ketua DPRD sampai jadi Walikota, mereka pedagang komplainnya ingin dibangun,” ungkapnya.
Terkait pendanaan, Walikota Budi Rustandi menjelaskan bahwa proyek ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebaliknya, pemerintah akan mengajukan pinjaman bank, sesuai dengan arahan Kejaksaan dan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa bunga pinjaman dari bank dinilai lebih murah. “Kalau pinjam di bank bunganya lebih murah,” katanya.
Budi Rustandi juga optimistis proyek ini dapat selesai dalam waktu dekat. “Saya empat tahun lagi (menjabat), kalau tidak tahun depan mau kapan lagi selesainya,” tuturnya.
“Ketika itu diambil alih oleh pemerintah seperti bisnis, nanti yang bayar penyewanya. Nanti buat Perda terkait retribusinya, nanti juga bunganya yang bayar pedagang juga. Ini real, tidak ada pungli,” pungkasnya.***














