Kamis, 11 Juni 2026

Komunitas Peduli Sungai Banten Angkut 396 Ton Sampah dari Kali Cibanten

- Selasa, 26 Agustus 2025

| 17:53 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Komunitas Peduli Sungai Banten bersama sejumlah organisasi, pelajar, mahasiswa, dan pemerintah daerah berhasil mengangkut total 396 ton sampah dari Kali Cibanten dalam dua kali aksi bersih-bersih sungai. Sampah yang paling dominan merupakan sampah rumah tangga yang terbawa aliran air maupun menumpuk di pinggiran sungai.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, menjelaskan aksi jilid pertama dilaksanakan pada Senin (28/7/2025). Sebanyak 50 truk dikerahkan untuk mengangkut sekitar 300 ton sampah. “Sampah terbanyak memang berada di titik-titik tepian. Kami gunakan metode pengangkutan langsung dengan truk,” ujarnya.

Aksi jilid kedua dilanjutkan pada Sabtu (16/8/2025), dihadiri Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia. Pada kegiatan tersebut, 96 ton sampah berhasil diangkut menggunakan truk milik Pemkot Serang. “Unit yang digerakkan ada empat dump truck dengan delapan kali rit. Totalnya 32 ritasi pengangkutan sampah dari pagi sampai sore hari,” kata Lulu.

Pembersihan dilakukan dengan membagi relawan menjadi dua tim, yaitu tim darat dan tim sungai. Tim darat fokus membersihkan tepian sungai, sementara tim sungai menarik sampah yang tersangkut di badan air. Selain aksi massal, komunitas juga memasang tiga titik jaring penyaring sampah di aliran sungai. Sampah yang tersangkut kemudian diangkut ke darat untuk dibuang ke tempat penampungan sementara.

Sejak dua bulan terakhir, upaya pembersihan Kali Cibanten juga dilakukan masyarakat pinggiran sungai yang dipelopori forum RT dan RW atas instruksi Wali Kota Serang dan Wakil Wali Kota Serang. Gerakan kolektif ini diharapkan dapat mengurangi potensi banjir serta meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai.

Meski begitu, Lulu mengakui masih ada sejumlah kendala. “Kami butuh kebijakan penguatan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. Selain itu, rencana pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap kelurahan di sepanjang DAS Cibanten,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah menetapkan titik-titik darurat di sepanjang Sungai Cibanten sebagai pos siaga, baik untuk mendukung operasi SAR maupun pemeliharaan rutin sungai.

Dengan kerja sama lintas pihak, aksi bersih-bersih Kali Cibanten tidak hanya berhasil mengurangi volume sampah hingga 396 ton, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan keberlanjutan sungai sebagai sumber kehidupan warga Serang.***

2