Sabtu, 2 Mei 2026

KONI Pusat Dorong Digitalisasi Penjurian Shorinji Kempo hingga Tarung Derajat

- Rabu, 22 Oktober 2025

| 13:26 WIB

BANTENPRO.CO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendorong penuh digitalisasi sistem penjurian di sejumlah cabang olahraga (cabor) bela diri, termasuk Shorinji Kempo dan Tarung Derajat. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keadilan, objektivitas hasil, dan keselamatan atlet.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Media Center PON Bela Diri II 2025 GOR Djarum Foundation di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/10/2025).

Marciano mencontohkan, dari semua cabor bela diri, Taekwondo saat ini memiliki sistem penjurian terbaik dan teraman karena telah menerapkan digitalisasi.

“Untuk saat ini penjurian pertandingan cabang olahraga bela diri terbaik dan aman adalah Taekwondo. Taekwondo sudah digitalisasi. Kita kan harus berbenah ke arah yang lebih baik,” kata Marciano Norman.

Ia menegaskan, jika cabor-cabor seperti Shorinji Kempo, Tarung Derajat, dan lainnya bercita-cita masuk Olimpiade, maka tidak ada pilihan selain bertransformasi di era digital.

“Kalau masih terus menggunakan penilaian manual berarti mempertahankan ketertinggalan di era modernisasi, padahal olahraga juga perlu transformasi. Penerapan digitalisasi menjamin rasa keadilan, obyektifitas hasil pertandingan dan keselamatan atlet,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno. Ia mengajak seluruh cabor bela diri untuk terbuka terhadap perubahan demi masa depan yang lebih baik.

“Kami selalu terlibat diskusi di lapangan maupun forum tertentu yang pada prinsipnya untuk perubahan lebih baik di masa mendatang,” kata Suwarno.

Suwarno memberi contoh perlunya koreksi dalam sistem penentuan pemenang, seperti konsep perpanjangan waktu di mana pemenang ditentukan oleh siapa yang mencetak poin lebih dulu.

Dalam kesempatan terpisah, salah satu pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten yang hadir di Kudus untuk mendampingi atlet PON Bela Diri menyatakan dukungan penuh terhadap digitalisasi tersebut.

“Mohon dukungan publikasi. Saya di Kudus mendampingi atlet di PON Bela Diri. Digitalisasi penjurian tentu akan sangat membantu menjamin sportivitas dan meminimalisir kesalahan manusia, ini bagus untuk masa depan olahraga Banten,” pungkasnya.***