Rabu, 24 Juni 2026

Sikat 80 Bangkai Kapal! Proyek Normalisasi Karangantu Akhirnya “Gaspol”

- Rabu, 24 Juni 2026

| 16:03 WIB

Pemerintah pemprov banten dan pemkot serang tinjau normalisasi muara karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Gubernur Banten, Andra Soni, bersama Walikota Serang, Budi Rustandi, meninjau langsung dimulainya proyek pengendalian banjir Sungai Cibanten dan normalisasi alur pelayaran nelayan di Karangantu, Kota Serang, Rabu (24/06/2026).

Proyek ini menjadi langkah konkret pemerintah setelah menampung keluhan masyarakat terkait pendangkalan sungai dan ancaman banjir yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Gubernur Andra Soni menjelaskan, kendala utama yang selama ini menghambat aktivitas nelayan adalah tumpukan sedimen yang sangat tebal serta keberadaan 80 bangkai kapal yang terbengkalai.

“Ada sekitar 190 ribu meter kubik sedimen yang harus kita tangani. Ditambah ada 80 bangkai kapal yang sudah bertahun-tahun menghambat jalur layar nelayan. Sekarang, semuanya kita bersihkan,” ujar Andra Soni di lokasi.

Ia meminta dukungan masyarakat agar pengerjaan yang ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan ini berjalan lancar. Andra juga mengajak warga untuk tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah demi mencegah banjir di kemudian hari.

Lanjut Andra Soni menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti nyata solidnya kolaborasi antara Pemprov Banten, Pemkot Serang, dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU. Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa penanganan kawasan ini tidak akan berhenti di sini.

“Kami sudah ajukan permohonan lanjutan ke pusat untuk penanganan kawasan secara menyeluruh. Harapannya, kawasan Karangantu ini ke depan tidak hanya aman dari banjir, tetapi juga tertata dengan baik,” katanya.

Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian (C3), Dedi Yudha Lesmana, merinci bahwa normalisasi sepanjang 1,5 kilometer ini tidak hanya fokus pada pengerukan.

“Tahun ini kita lakukan pengerukan sedimen, normalisasi, pelebaran sungai, hingga penguatan tebing agar tidak terjadi longsor. Kita juga akan menata kawasan ini, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau dan lanskap yang lebih rapi,” jelas Dedi.

Dedi memastikan tidak ada hambatan berarti dalam proses pengerjaan. Terkait keberadaan bangkai kapal, pihak Balai telah menjalin komunikasi intensif dengan para pemilik kapal, dengan dukungan penuh dari Walikota Serang sehingga proses pembersihan dapat segera dilakukan.

“Secara tidak langsung tidak ada hambatan tapi terakhirnya ada beberapa potensi hambatan yang memang bangkai-bangkai tadi seperti Pak gub bilang, ada kurang lebih 80 pangkai kapal yang masih kita angkat, berkomunisi dengan pemilik kapalnya sudah, sudah selesai dibantu oleh Pak Wali Kota. insya Allah tidak ada hambatan,” tegasnya.***

2