SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang mematangkan persiapan menghadapi pemilu mendatang dengan memfokuskan tiga program utama pada masa non-tahapan.
Ketua KPU Kota Serang, Nanas Nasihudin, menjelaskan bahwa tiga target prioritas tersebut meliputi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, sosialisasi pendidikan pemilih, serta pemutakhiran data partai politik.
“Pada kegiatan non-tahapan ini, ada tiga hal yang kita targetkan. Pertama, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang kita plenokan setiap tiga bulan sekali bersama partai politik, instansi terkait, dan pegiat pemilu,” ujar Nanas, Senin (4/8/2026).
Untuk program kedua, KPU Kota Serang memfokuskan perhatian pada Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan. Mengingat keterbatasan anggaran dan hibah yang belum turun, kegiatan sosialisasi saat ini difokuskan di lingkungan internal kantor melalui program podcast serta menjalin kemitraan strategis dengan institusi pendidikan tinggi.
“Sejauh ini kami sudah menjalin kerja sama dengan dua kampus, yaitu UPG dan Unpam. Ini menjadi titik balik bagi KPU untuk memperluas jangkauan sosialisasi ke lingkungan akademis,” jelasnya.
Sementara pada target ketiga, yaitu pemutakhiran data partai politik berkelanjutan, Nanas menyebut pengerjaannya sudah hampir rampung.
“Kunjungan ke partai politik sudah mencapai sekitar 80 persen. Ini penting karena banyak parpol yang mengalami perubahan struktur kepengurusan, sekretariat, hingga data keanggotaan. Langkah awal ini dilakukan agar dapat mengurangi beban verifikasi pendaftaran parpol ke depannya,” tambahnya.
Terkait dukungan finansial, KPU Kota Serang telah mengajukan usulan anggaran hibah sebesar Rp1,4 miliar. Anggaran tersebut direncanakan untuk menunjang kegiatan sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, serta koordinasi dengan partai politik, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk pendidikan pemilih. Sementara untuk anggaran Pilkada, pihak KPU masih dalam proses perancangan.
Selain persoalan anggaran dan antisipasi dinamika regulasi, KPU Kota Serang juga tengah mensimulasikan wacana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) di Wilayah Walantaka.
“Peluang pemekaran Dapil sangat bergantung pada pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan. Jika datanya memenuhi, hal ini bisa direalisasikan. Kami akan terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Pemerintah Kota Serang mengenai skema ini,” pungkas Nanas.***













