Jumat, 9 Oktober 2026

Wartawan Ekbisbanten Mengaku Dikeroyok Polisi di Tengah Ricuh Demo HUT Kabupaten Serang

- Jumat, 9 Oktober 2026

| 12:57 WIB

Wartawan Ekbisbanten.com, Kosasih Sukmawijaya alias Aden, mengalami luka setelah diduga dikeroyok oknum polisi saat meliput demo HUT ke-500 Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026) malam. (Foto: Istimewa)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kericuhan demonstrasi peringatan HUT ke-500 Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026) malam, berujung pada dugaan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kosasih Sukmawijaya alias Aden, wartawan Ekbisbanten.com, mengaku dikeroyok sejumlah oknum polisi saat meliput aksi di kawasan Pendopo Kabupaten Serang.

Akibat kejadian tersebut, Aden mengalami lebam pada wajah dan pelipis serta cedera pada tangan dan kaki. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) untuk mendapatkan perawatan.

“Saya dikeroyok oknum polisi, handphone juga turut diamankan oleh mereka,” kata Aden.

Menurut Aden, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ketika situasi aksi mulai memanas. Saat merekam kejadian, sejumlah polisi mendatanginya, mengamankan dirinya, dan mengambil telepon seluler yang digunakan untuk meliput.

Aden mengaku telah memberitahukan identitasnya sebagai wartawan kepada petugas. Namun, ia menyebut pemukulan tetap terjadi saat dirinya dibawa oleh sejumlah aparat.

“Saat saya dipiting saya sudah bilang bahwa saya wartawan. Itu juga ada yang kasih tahu bahwa saya wartawan, tapi sambil dibawa tetap dipukul,” ujarnya.

Peristiwa tersebut disaksikan Saepul Arifin, wartawan yang berada di lokasi. Ia mengaku melihat Aden dipegang sejumlah polisi setelah memasuki gerbang Pendopo Kabupaten Serang.

“Saat itu Aden masuk ke gerbang pendopo dan saya lihat langsung dipegang oleh oknum polisi. Kemudian mereka juga mendatangi saya, namun saya langsung kabur, karena saat itu sudah chaos,” kata Saepul.

Kericuhan bermula saat aksi penyampaian aspirasi Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) berubah tegang. Situasi disebut memburuk setelah massa membakar ban dan mencoret bagian dinding Pendopo Kabupaten Serang.

Anggota Hamas, Mamat, mengatakan dirinya mendengar instruksi aparat kepada barisan pengamanan untuk bersiap sebelum lampu di sekitar lokasi disebut dimatikan. Tak lama kemudian, bentrokan pecah dan meluas hingga ke luar gerbang pendopo.

“Yang pertama sudah ada gerak-gerik. Si polisi itu kan sudah ngasih instruksi, ‘Siap gerak, siap gerak’. Itu sudah sempat dengar,” ujar Mamat.

Dalam kericuhan tersebut, sejumlah peserta aksi mengaku mengalami luka. Mamat memperkirakan sedikitnya lima pengurus Hamas dibawa ke Polres Serang Kota. Ia juga menyebut sejumlah peserta mengalami luka akibat bentrokan.

“Tadinya mah tiga doang. Si Adul sama si Nedi berdua, lima orang perkiraan,” katanya.

Mamat mengaku baru mengetahui kondisi sejumlah rekannya secara lebih jelas setelah melihat rekaman video kericuhan.

“Setelah kita lihat di video itu kan parah, sampai yang ditonjok gitu. Rata-rata teman-teman juga pasti kecewa. Hampir rata-rata luka semua,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan kekerasan terhadap Aden maupun pengamanan telepon seluler miliknya. BantenPro masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai insiden tersebut.

2